Indah Wahyuni – Pengelola Program HIV & Infeksi Menular Seksual (IMS) Dinas Kesehatan Tarakan.
TARAKAN, Maqnaia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan meminta masyarakat untuk tidak lagi termakan mitos dan stigma keliru terkait penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pihak Dinkes menegaskan bahwa kontak sosial sehari-hari tidak berpotensi menularkan virus tersebut.
Indah Wahyuni, Pengelola Program HIV & Infeksi Menular Seksual (IMS) Dinkes Kota Tarakan meluruskan anggapan tabu di masyarakat, seperti kekhawatiran tertular HIV akibat menggunakan gelas minum yang sama dengan penderita.
“Itu mitos. Penularan HIV hanya terjadi melalui cairan tubuh saat berhubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik tidak steril, serta transfusi darah. Kontak sosial biasa sama sekali tidak menularkan,” tegas Indah Wahyuni saat diwawancarai baru-baru ini.
Edukasi ini gencar disosialisasikan seiring ditemukannya 57 kasus positif HIV di Tarakan sepanjang Januari hingga Juni dari total 7.077 orang yang diperiksa. Temuan terbanyak berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) sebanyak 16 kasus, disusul pelanggan pekerja seks, WPS, dan masyarakat umum.
Dinkes juga mengimbau warga yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko untuk tidak takut memeriksakan diri. Saat ini, terdapat 12 fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) di Tarakan yang menyediakan klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan obat Antiretroviral (ARV) secara cuma-cuma.
“Seluruh pemeriksaan dan pengobatan ditanggung program pemerintah alias gratis. Kami juga menjamin kerahasiaan data pasien 100 persen. Petugas di lapangan pun tidak memegang identitas pribadi pasien, hanya merekap jumlah data,” jelasnya.
Dengan hilangnya stigma dan terbukanya akses layanan, Dinkes berharap fenomena ‘gunung es’ kasus HIV di Tarakan dapat terus terungkap sehingga para penderita bisa segera mendapatkan pendampingan medis yang layak. (dy) ***

