TARAKAN, Maqnaia – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Tarakan periode 2026-2031 sekaligus melantik Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB se-Kota Tarakan untuk periode yang sama.


Pengukuhan dan pelantikan tersebut digelar di Hotel Duta Tarakan, Senin (05/10/2026) malam. Prosesi pengukuhan dilakukan Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, S.Pi., berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Nomor 13216/DPP/01/VII/2026.


Dalam amanatnya, Herman menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi bagian dari penegasan arah perjuangan PKB dalam menghadapi tantangan politik sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.


Ia menyampaikan pesan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang menekankan pentingnya menghadirkan politik yang bermoral, beradab, serta berpihak kepada rakyat.
“Pengukuhan ini bukan seremonial. Ini adalah penugasan dan penegasan arah PKB ke depan,” ujar Herman saat membacakan amanat Ketua Umum DPP PKB.


Menurutnya, arah tersebut akan menentukan apakah PKB hanya menjadi partai yang berjalan biasa-biasa saja atau mampu tampil luar biasa dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Herman juga menyampaikan bahwa kondisi dunia saat ini menghadapi berbagai persoalan. Indonesia, kata dia, relatif mampu menjaga stabilitas, tetapi masyarakat menginginkan lebih dari sekadar stabilitas.


“Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh biasa saja. Politik harus menjadi solusi. PKB harus memimpin, nyata dan menggerakkan perubahan,” katanya.


Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh kader PKB diminta tidak hanya aktif dalam struktur partai, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat. Kerja politik harus dilakukan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan.


PKB, lanjut Herman, membutuhkan kader yang bersedia turun tangan dan bekerja keras untuk memenangkan pemilu. Karena itu, penguatan struktur partai hingga tingkat bawah menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi agenda politik mendatang.


“Menang pemilu adalah kewajiban politik. Program harus jelas ukurannya, manajemen harus rapi dan disiplin. PKB akan menang kalau struktur hidup sampai ke bawah dan hadir memberikan solusi ketika rakyat membutuhkan,” tuturnya.


Ia menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi inti kerja politik PKB. Kehadiran kader di tengah masyarakat tidak boleh hanya terlihat ketika momentum pemilu tiba, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi rakyat.


PKB juga didorong untuk menawarkan jalan keluar terhadap berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, sosial hingga persoalan kemasyarakatan lainnya.


“Keberpihakan harus nyata. Perbedaan adalah hal yang wajar. Tetapi setelah keputusan diambil, semuanya harus menjadi satu PKB, satu perjuangan,” tegasnya.


Herman mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan kader yang baru dikukuhkan agar menjadikan amanah sebagai landasan dalam menjalankan tugas politik.


Menurutnya, kader PKB harus mengedepankan amanah di atas ambisi serta memilih pengabdian dibandingkan kepentingan pribadi. Keteladanan, kesetiaan, dan keberanian dalam menjaga amanah menjadi modal penting dalam menjalankan tugas partai.


“Menangkan kepercayaan rakyat. Dari pemimpin menjadi negarawan,” pesan Herman.


Dengan telah dikukuhkannya jajaran DPC dan PAC se-Kota Tarakan, seluruh kader PKB diminta segera bergerak dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Herman menegaskan bahwa tahapan menuju Pemilu 2029 pada dasarnya sudah dimulai.


“Pemilu 2029 telah dimulai. Semua kader harus terjun ke rakyat,” pungkasnya. (dd)

error: Content is protected !!