TARAKAN, Maqnaia – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan mulai mematangkan langkah politik untuk menghadapi kontestasi mendatang. Salah satu target yang dipasang adalah merebut kembali posisi pimpinan DPRD Tarakan setelah pada periode sebelumnya gagal mempertahankannya.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Tarakan, Ahmad Usman, usai pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Tarakan periode 2026-2031 dan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Tarakan di Hotel Duta Tarakan, Senin (5/10).

Menurut Ahmad Usman, pengukuhan kepengurusan baru tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau pengesahan struktur organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat pemahaman kader terhadap ideologi partai serta garis perjuangan PKB.
Melalui orientasi politik, para pengurus diharapkan memahami arah gerak partai sekaligus mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas di berbagai lini. Baik di lembaga legislatif maupun eksekutif, termasuk ketika mendapat amanah sebagai kepala daerah.

“Orientasi politik sebagai di lingkungan partai yang pengurusnya baru dikukuhkan. Memahami lebih jauh ideologi partai, garis perjuangan. Kader PKB harus siap ditempatkan di segala lini, legislatif, kepala daerah,” ujarnya.
Selain penguatan ideologi, konsolidasi internal juga menjadi perhatian dalam kepengurusan lima tahun ke depan. Ahmad menyebut, musyawarah kerja akan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi.
Evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Mulai dari strategi politik, penguatan struktur hingga pencapaian target perolehan kursi akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan arah kerja partai ke depan.
Namun, Ahmad menegaskan, target politik tidak semata-mata diukur dari keberhasilan memperoleh suara maupun menambah kursi di parlemen. Setiap capaian yang diraih harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Kemenangan PKB tidak hanya pada agregat kemenangan, tapi pada kualitas pengabdian,” tegasnya.
Dalam menentukan target politik, PKB Tarakan juga menjadikan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dan 2024 sebagai pijakan. Ahmad menilai, perkembangan perolehan suara partainya dalam dua pemilu tersebut menunjukkan tren peningkatan.
Pada Pileg 2024, PKB mampu menempati posisi kedua dalam perolehan suara. Bahkan, partai tersebut mencatatkan surplus di sejumlah daerah pemilihan (dapil). Meski demikian, Tarakan Utara menjadi salah satu wilayah yang belum berhasil dipertahankan.
Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. PKB Tarakan menargetkan penguatan kembali basis dukungan di wilayah tersebut sekaligus memperluas jangkauan politik di seluruh dapil.
“Ini kita mengalami peningkatan perolehan suara. PKB finish di urutan kedua, surplus di beberapa dapil, tapi Tarakan Utara kita lepas. Kita targetkan merebut kembali pimpinan DPRD Tarakan,” ungkap Ahmad.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PKB Tarakan akan mengawali langkah melalui pembenahan organisasi dan penyamaan arah perjuangan. Konsolidasi hingga tingkat kecamatan diharapkan menjadi fondasi untuk mengejar target politik sekaligus memastikan kehadiran partai memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (dd)

