TARAKAN, Maqnaia – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan mulai menyiapkan mesin organisasi untuk menghadapi agenda politik hingga Pemilu 2029. Kepengurusan baru periode 2026-2031 dibentuk dengan struktur yang lebih ramping, namun diharapkan tetap mampu menjalankan fungsi organisasi secara maksimal.

Ketua DPC PKB Tarakan, Ahmad Usman, mengatakan penguatan struktur tersebut menjadi salah satu fokus dalam kepengurusan yang baru dikukuhkan. Selain pengurus DPC, PKB juga melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di empat kecamatan se-Kota Tarakan.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Hotel Duta Tarakan, Senin (5/10). Agenda di daerah ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepengurusan secara serentak di Jakarta pada 23 September 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ke-28 PKB.

Menurut Ahmad Usman, pengukuhan di tingkat kota tetap diperlukan meskipun pelantikan kepengurusan telah dilakukan secara nasional. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyosialisasikan kepengurusan baru sekaligus memberikan motivasi kepada jajaran partai di daerah.

“Pelantikan ini serentak dilakukan di Jakarta 23 September 2026, bertepatan dengan Harlah ke-28 PKB. Tapi, kita di daerah perlu melakukan pengukuhan di level kota sebagai bentuk sosialisasi dan memberikan motivasi kepada pengurus yang lain,” kata Ahmad.

Dalam penataan organisasi, PKB Tarakan memilih struktur yang lebih sederhana dengan pembagian fungsi yang lebih jelas. Ahmad menyebut konsep tersebut diterapkan agar organisasi tidak terlalu gemuk, tetapi tetap mampu bergerak menjalankan program partai.

“Kader se-Kota Tarakan, terutama di dalam kepengurusan, kami menyusun lebih ramping struktur kaya fungsi,” ujarnya.

Pembenahan struktur juga akan dilanjutkan hingga tingkat anak ranting. Ahmad mengatakan, penyusunan draf kepengurusan anak ranting di tingkat kelurahan saat ini telah memasuki tahap akhir.

Dengan struktur yang semakin lengkap hingga lapisan bawah, PKB Tarakan berharap aktivitas organisasi dapat berjalan lebih cepat dan tidak hanya bertumpu pada kepengurusan di tingkat kota maupun kecamatan.

“Di pengukuhan ini, kami juga melantik pengurus anak cabang di empat kecamatan Kota Tarakan. Setelah ini, dalam dekat, draf pengurus anak ranting sudah mulai terbentuk dan hampir rampung. Diharapkan kepengurusan ini bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Selain konsolidasi organisasi, PKB Tarakan mulai menyiapkan agenda politik jangka panjang. Ahmad mengungkapkan, partainya berencana memulai pencalegan dini pada 2027 sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Proses tersebut akan diawali dengan seleksi figur yang dinilai dapat menjadi calon PKB untuk mengikuti pemilihan legislatif. Para calon juga akan mendapatkan pembekalan sebagai bagian dari proses persiapan sebelum memasuki tahapan politik berikutnya.

“Insyaallah 2027 kita kick off pencalegan dini. Seleksi calon, figur PKB yang akan mengikuti pemilihan di 2029. Sekaligus dalam proses tersebut kami laksanakan pembekalan,” tuturnya.

Ahmad mengatakan, kepengurusan periode 2026–2031 juga diarahkan agar lebih banyak menghasilkan kegiatan yang benar-benar terealisasi. Salah satu fokusnya adalah pendidikan dan penguatan kader.

Program pendidikan kader akan dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat pertama, menengah hingga nasional. Selain itu, anggota Fraksi PKB di DPRD Tarakan juga akan dilibatkan dalam pendidikan kader penggerak bangsa.

“Di kepengurusan kali ini, kami lebih menitikberatkan lebih banyak kegiatan terealisasi. Pendidikan kader pertama, menengah dan nasional. Kemudian setiap anggota fraksi kami di DPRD akan melaksanakan pendidikan kader penggerak bangsa,” katanya.

Penguatan kader tersebut, lanjut Ahmad, diharapkan dapat membentuk kader yang memiliki pemahaman terhadap perjuangan partai sekaligus memiliki loyalitas dalam menjalankan tugas organisasi.

“Kader loyalis,” pungkasnya. (dd)

error: Content is protected !!