TARAKAN, Maqnaia — Universitas Borneo Tarakan (UBT) resmi menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara dalam menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Pusat Studi Kepolisian Fakultas Hukum UBT. Kegiatan yang berfokus pada penguatan institusi kepolisian di wilayah perbatasan ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UBT pada Selasa (23/6/2026).
FGD kali ini mengangkat tema “Transformasi Kultur Organisasi Polri Berbasis Riset Kolaboratif dalam Membangun Sistem Deteksi Dini Kerawanan Kriminalitas, Konflik Sosial-Ekonomi, dan Dinamika Ketenagakerjaan di Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara”. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum beserta jajaran, Dekan Fakultas Hukum UBT, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menegaskan komitmen penuh UBT sebagai lembaga akademis untuk terus mendukung pengembangan demokrasi dan tata kelola kelembagaan negara, khususnya institusi kepolisian di Kaltara.
Prof Yahya mengakui dalam proses pembentukan pusat studi kepolisian di UBT ini sempat mengalami sedikit dinamika dan kritik dari pihak-pihak tertentu. Namun, ia juga menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi akademis yang kritis, reflektif, dan terbuka sangat diperlukan oleh institusi seperti Polri untuk menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.
“Kami tidak pernah melihat siapa dan bagaimana serta apa yang mau berdiskusi, tapi kita lebih melihat pada substansi apa yang ingin didiskusikan dan apa kemudian gunanya untuk pengembangan ke depan,” ujar Prof. Yahya.
Menanggapi isu hangat seperti pengesahan revisi Undang-Undang Kepolisian, Prof. Yahya menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam ruang akademik. Menurutnya, pro dan kontra harus dijawab dengan lapang dada dan pikiran jernih demi memperkuat kompetensi institusi.
Di akhir sambutannya, Rektor UBT memotivasi seluruh peserta yang hadir untuk terus bergerak dan memberikan sumbangsih pemikiran yang berdampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara, meskipun berada di ujung perbatasan Indonesia.
Melalui kolaborasi strategis antara Pusat Studi Kepolisian UBT dan Polda Kaltara ini, diharapkan lahir ide-ide segar, riset kolaboratif, serta kritik konstruktif yang mampu membangun sistem deteksi dini yang kuat terhadap potensi kriminalitas maupun konflik sosial-ekonomi di wilayah perbatasan. (Dsy)

