TARAKAN, Maqnaia – Ahmad Usman resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tarakan periode 2026-2031. Ia bersama jajaran pengurus DPC serta pengurus anak cabang (PAC) se-Kota Tarakan dikukuhkan/dilantik di Hotel Duta Tarakan, Senin (05/10/2026) malam.

Pengukuhan tersebut dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kalimantan Utara, Herman, S.Pi., berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Nomor 13216/DPP/01/VII/2026.
Usai dikukuhkan, Ahmad Usman mengatakan kepengurusan baru memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam memperkuat kembali perolehan suara dan kursi PKB di Kota Tarakan.
Ia menyebutkan, dari sisi perolehan suara, PKB masih berada di posisi kedua dalam perolehan suara legislatif di Kota Tarakan. Namun, jumlah kursi yang diperoleh mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

“Dari sisi suara cukup banyak, kami berada di posisi kedua untuk perolehan legislatif Tarakan. Dari sisi perolehan kursi memang ada penurunan. Ini menjadi evaluasi kita,” kata Ahmad.
Menurutnya, evaluasi tersebut akan dibarengi dengan penguatan kapasitas kader dan pengurus. Salah satunya melalui orientasi politik yang diisi oleh Lembaga Kaderisasi Nasional DPP PKB.
Orientasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pengurus mengenai tugas dan tanggung jawab politik, sekaligus menjadi bekal bagi kader ketika turun langsung ke tengah masyarakat.
“Pengurus yang sudah dilantik memahami lebih jauh. Ini menjadi bekal untuk turun ke masyarakat,” ujarnya.
Ahmad menegaskan, kemenangan dalam pemilu bukanlah tujuan akhir perjuangan politik PKB. Kekuasaan yang diperoleh melalui proses demokrasi, kata dia, harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kemenangan pemilu bukan tujuan akhir. Tujuannya adalah kekuasaan memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya kira sahabat kami di partai politik juga mengikhtiarkan hal yang sama,” tuturnya.
Ia menilai, prinsip tersebut sejalan dengan gagasan bahwa kebijakan seorang pemimpin harus berorientasi pada kemanfaatan bagi rakyat.
Menurut Ahmad, politik harus mampu mengubah persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi kemaslahatan melalui kebijakan yang memberikan manfaat secara langsung.
Ia mencontohkan kebijakan terbaru Pemerintah Kota Tarakan terkait jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Yang terbaru soal jaminan kesehatan bagi masyarakat Tarakan. Dari masalah, menjadi maslahat,” katanya.
Karena itu, Ahmad meminta seluruh pengurus yang baru dikukuhkan tidak melihat jabatan di partai sebagai status sosial. Sebaliknya, posisi tersebut harus dipandang sebagai amanah sekaligus ruang untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Selamat atas kader yang dilantik. Jabatan yang diemban bukan soal status sosial, melainkan menjadi ladang pengabdian,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh kader bekerja secara sungguh-sungguh, menjaga ideologi partai, serta memiliki komitmen terhadap cita-cita perjuangan PKB.
“Bekerja baik dan benar. Tunjukkan bahwa kita barisan yang memiliki ideologi kuat, cita-cita kuat, siap menjadi garda terdepan. Kita adalah pasukan kapan pun negara memanggil kita,” tegasnya.
Ahmad menekankan pentingnya loyalitas, disiplin, dan soliditas seluruh jajaran pengurus. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur yang terbentuk, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader untuk bekerja bersama dan menjaga konsistensi perjuangan.
“Loyalitas dan disiplin waktu, soliditas, sehat, mandiri, kokoh menyongsong masa depan,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader PKB Kota Tarakan menjadikan periode kepengurusan 2026–2031 sebagai momentum untuk memperkuat pengabdian sekaligus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.
“Mari kita mulai pengabdian, menghadirkan kebijakan pada kepentingan masyarakat kecil. Hadirkan solusi nyata,” pungkas Ahmad. (dd)

