Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H.

TARAKAN, Maqnaia — Universitas Borneo Tarakan (UBT) mencetak sejarah baru dalam perjalanan akademiknya. Kampus terbesar di Kalimantan Utara ini berhasil meraih predikat akreditasi Unggul untuk dua program studi, yaitu S1 Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah perbatasan.

“Sekarang sudah ada dua prodi yang Unggul, jadi Prodi S1 Ekonomi dan yang baru-baru ini akreditasi Unggul itu FKIP Biologi. Saya kira ini sejarah, dan ini sudah menjadi prioritas kita untuk pengembangan prodi,” ujar Prof. Yahya.

Capaian ini menjadi pemicu semangat untuk mendorong prodi lainnya menyusul meraih status serupa pada tahun depan, seperti Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Matematika, dan Teknik Elektro. Penilaian akreditasi Unggul ini diukur melalui enam kriteria ketat oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

“Ada enam kriteria yang dinilai, yaitu kriteria budaya mutu, relevansi pendidikan, penelitian, akuntabilitas, sama diferensiasi misi. Itu nanti yang dinilai oleh asesor dari masing-masing Lembaga Akreditasi Mandiri,” jelasnya.

Selain memacu akreditasi prodi yang ada, UBT juga melangkah untuk membuka program studi baru. Saat ini kampus sedang menunggu proses verifikasi sistem di kementerian untuk pengajuan Prodi Lingkungan, Magister (S2) Teknik Sipil, dan Magister (S2) Ekonomi.

Prof. Yahya menekankan bahwa penambahan prodi baru dirancang secara selektif agar benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Ada beberapa prodi yang sudah kita ajukan sebenarnya, masih menunggu proses verifikasi. Ke depan, kita melihat prodi ini kan juga harus melihat kebutuhan, khususnya kebutuhan daerah Kalimantan Utara. Pembukaan prodi ini tidak hanya semata-mata untuk merekrut mahasiswa, tetapi bagaimana nanti bisa berjalan dan berdampak untuk masyarakat,” tegasnya.

Lewat percepatan akreditasi dan hadirnya prodi baru, UBT berkomitmen membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus pengalaman praktis dari para profesional.

“Harapannya mahasiswa bisa memahami secara langsung praktik dan menambah pengetahuan untuk mendapatkan kuliah langsung dari praktisi. Ini penting ke depan sebagai bekal, jadi mahasiswa tidak hanya paham secara teoritik, tetapi juga memiliki pemahaman praktis,” pungkas Prof. Yahya. (dy) ***

error: Content is protected !!