TARAKAN, Maqnaia — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Jusuf SK (JSK) menyatakan keterbukaannya untuk menegosiasikan kembali penyesuaian tarif magang bagi mahasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Jusuf SK, dr. Budi Aziz dalam rapat kerja bersama Komisi 4 DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Universitas Borneo Tarakan (UBT), dan instansi terkait lainnya, Kamis (17/09).

Dr. Budi Aziz menjelaskan bahwa penyesuaian tarif magang untuk mahasiswa program D3, S1, hingga profesi kesehatan ini sebelumnya disusun pada akhir tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai respon atas efisiensi anggaran serta tingginya biaya operasional rumah sakit yang terus meningkat.

“Tarif magang ini sudah sekitar sembilan tahun tidak disesuaikan. Sementara biaya operasional dan fasilitas pelayanan rumah sakit dengan alat-alat canggih terus berkembang. Sebagai institusi BLUD, rumah sakit tentu harus tetap menjaga keberlanjutan operasionalnya (survive),” ujar dr. Budi Aziz di hadapan anggota dewan.

Perubahan tarif tersebut mencakup kenaikan dari tarif lama Rp10.000 menjadi Rp30.000, Rp12.500 menjadi Rp30.000, serta Rp30.000 menjadi Rp50.000. Kendati demikian, pihak RSUD menyadari adanya dinamika dan belum terpola komunikasi teknis yang matang antara RSUD dan institusi pendidikan terkait seperti

Fakultas Kesehatan UBT maupun Poltek Kaltara.
Menanggapi kekhawatiran mengenai beban biaya yang berpotensi memberatkan mahasiswa, manajemen RSUD menegaskan bahwa penetapan tarif akhir masih sangat fleksibel untuk dibahas bersama.

“Prinsipnya dari RSUD dr. Jusuf SK tidak ada masalah. Ini masih bisa dinegosiasikan. Sebelum Peraturan Gubernur (Pergub) resmi terbit, masih ada masa Peraturan Direktur sebagai acuan sementara. Kita siap duduk bersama kembali secara resmi untuk membahas teknis dan nilai kepatutannya,” lanjutnya.

Selain membahas skema penyesuaian tarif magang, RSUD dr. Jusuf SK saat ini juga tengah mengurus perizinan untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa kedokteran (koas) dan program studi kesehatan lainnya di Kaltara. (dy) ***

error: Content is protected !!