TARAKAN, Maqnaia — Penumpukan sampah di sepanjang jalan protokol Kota Tarakan, khususnya di Jalan Aki Balak dan Mulawarman, terus dikeluhkan warga. Permasalahan ini dipicu oleh terbatasnya fasilitas armada pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan serta belum maksimalnya kinerja pihak ketiga yang mengelola tenaga kebersihan.

Meskipun petugas lapangan seperti penyapu jalan dan pengangkut sampah sudah dialihdayakan (outsourcing) ke PT Meris Jaya Abadi (MAJ) per 1 Maret 2025, DLH mencatat bahwa armada operasional masih sepenuhnya ditanggung oleh dinas. Sayangnya, kondisi kendaraan pengangkut sampah saat ini didominasi unit tua yang kerap mengalami kerusakan teknis.

Dari total 23 unit armada yang dimiliki DLH, sebanyak 4 unit truk pengangkut sampah dilaporkan rusak dan mengalami bocor ban. Kondisi ini menghambat mobilitas pengangkutan sampah harian di titik-titik vital.

“Kendaraan kami terus terang sudah sangat tua dan sering rusak. Saat ini ada empat mobil yang mengalami kerusakan, dan ini menjadi kendala utama pengangkutan sampah,” ujar narasumber Yohanis K Patongloan selaku Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Tarakan, Selasa 18 Agustus 2026.

Selain keterbatasan armada, DLH membeberkan adanya kebiasaan buruk dari sejumlah pelaku usaha swasta, seperti penjual buah dan gerai minuman, yang membuang sampah dalam skala besar ke Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) atau depo sampah rumah tangga. Padahal, sampah komersial berton-ton tersebut wajib diangkut mandiri langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Juata.

Praktik menumpuk sampah daun hasil penyapuan jalan di bawah pohon oleh Petugas Kebersihan juga disinyalir memicu masyarakat umum ikut membuang sampah di lokasi yang sama. Menanggapi hal tersebut, DLH berjanji akan mengevaluasi pola kerja penanganan sampah daun dan mengoptimalkan penggunaan motor roda tiga.

Untuk mengatasi penumpukan sampah di area jalan nasional seperti Aki Balak dan Mulawarman—mulai dari depan  hingga wilayah Karang Anyar—DLH mengambil langkah darurat dengan menurunkan mobil hunting.

“Hari ini saya perintahkan mobil hunting kami untuk keliling menyisir dan menyapu bersih tumpukan sampah di Mulawarman. Jangan sampai persoalan kecil ini menjadi besar,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, DLH Kota Tarakan mengusulkan penambahan unit truk arm roll dan kontainer baru pada anggaran tahun depan, serta memperketat pengawasan terhadap kinerja pengangkutan oleh PT MAJ. (dsy/**)

error: Content is protected !!