Ilustrasi

TARAKAN, Maqnaia — Kasus dugaan investasi bodong kembali memakan korban di Kota Tarakan. Kali ini, puluhan warga menjadi korban penipuan bermodus pinjaman dana dan investasi berbunga jangka pendek yang dipromosikan melalui media sosial Instagram dan WhatsApp. Salah satu korban, seorang pemuda berinisial RF (20), mengaku harus kehilangan uang tunai sebesar Rp20 juta yang merupakan hasil jerih payahnya bekerja selama lebih dari satu tahun.

Awal mula keterlibatan RF terjadi pada April lalu, saat ia melihat unggahan promosi di akun Instagram asli milik terduga pelaku berinisial RN. Tergiur dengan skema keuntungan yang ditawarkan, RF memutuskan untuk mencoba menginvestasikan modal awal sebesar Rp5 juta pada 21 April.

“Awal-awalnya kasih Rp5 juta, terus dikembalikan Rp7 juta, jadi untungnya Rp200 ribu (Rp2 juta). Saya kira ini aman aja,” ujar RF saat memberikan keterangan kepada awak media.

Melihat pengembalian pertama yang lancar dan didukung oleh banyaknya unggahan testimoni di akun RN, RF kemudian tergiur untuk menanamkan modal yang lebih besar. Ia kembali menyetor uang sebesar Rp20 juta dengan harapan mendapatkan pengembalian mencapai Rp30 juta.

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika RN membuat unggahan di cerita (story) Instagram-nya yang menyatakan bahwa ia sedang mengalami masalah karena uangnya dibawa kabur oleh orang lain. Panik dengan kabar tersebut, RF langsung menghubungi RN untuk menarik uang pokoknya, namun ditolak dengan alasan harus menunggu jatuh tempo.

Nahas, janji tersebut tidak kunjung ditepati. Hingga kini, RN dinilai terus mengulur waktu dan meminta para korban untuk sabar tanpa memberikan kepastian. Saat mencoba mendatangi rumah orang tua RN di daerah Beringin, RF hanya ditemui oleh ayah dan kakak terduga pelaku yang berdalih bahwa RN sedang mengurus perkara uang yang dibawa lari tersebut.

“Uang Rp20 juta itu hasil kerja saya satu tahun lebih sebagai Customer Service (CS) di salah satu kafe di Tarakan. Sekarang akun Instagram-nya yang punya pengikut 3.000 lebih itu sudah hilang, sudah di-banned,” tambah RF dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, nomor WhatsApp terduga pelaku RN diketahui masih dalam keadaan aktif (centang dua), namun RN sudah tidak pernah membalas ataupun merespons pesan dari para korban.

Berdasarkan data sementara dari grup koordinasi para korban di WhatsApp, jumlah korban yang terjebak dalam pusaran investasi bodong milik RN ini diperkirakan telah mencapai 38 orang dengan total kerugian yang bervariasi. Kasus ini pun kini tengah menjadi sorotan dan dalam penanganan pihak terkait. (Dsy)

error: Content is protected !!