SAMARINDA, Maqnaia – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta dengan memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan di 10 kabupaten/kota di wilayah Kaltim.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya kasus terkonfirmasi Virus Hanta yang ditemukan pada kapal pesiar Hondius, sehingga diperlukan upaya antisipasi sejak dini guna mencegah kemungkinan penyebaran.
“Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kejadian konfirmasi di kapal pesiar Hondius, kami perlu melakukan pemantauan serta langkah pencegahan secara intensif,” ujarnya dikutip antaranews.com.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Dinkes Kaltim menginstruksikan seluruh daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pneumonia berat.
Selain itu, pemantauan terhadap gejala klinis yang menyerupai demam berdarah dan leptospirosis juga terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini.
Menurut Jaya, pengawasan tersebut perlu dilaksanakan secara terpadu melalui optimalisasi pemanfaatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) guna memastikan setiap potensi kasus dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.
“Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta segera melaporkan setiap temuan kasus infeksi baru dalam waktu kurang dari 24 jam,” jelasnya.
Dinkes Kaltim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengendalikan faktor risiko penularan di lingkungan sekitar dengan kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Masyarakat diimbau untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat diperlukan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus yang berpotensi menjadi media penyebaran virus.
Selain itu, warga diminta memastikan rumah dan lingkungan tetap bersih, menutup akses masuk hewan pengerat ke area permukiman, serta menjaga kebersihan lantai rumah dan tempat kerja melalui pembersihan secara rutin.
Penyimpanan bahan makanan dan air minum juga dianjurkan tetap tertutup rapat guna mencegah kontaminasi.
Tidak hanya masyarakat umum, Dinkes Kaltim turut mengingatkan para pelaku aktivitas luar ruang seperti pendaki dan pecinta alam agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di alam terbuka guna meminimalkan risiko paparan sumber infeksi.
Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, pelaku perjalanan internasional juga diminta tetap mematuhi ketentuan dan protokol kesehatan yang berlaku di negara tujuan. (*/pt/win)

