NUNUKAN, Maqnaia – Langkah kecil di pagi hari, membawa harapan besar untuk masa depan yang setara

Ratusan masyarakat Nunukan berkumpul dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) yang diperingati setiap tanggal 2 April, Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara bekerjasama dengan Polres Nunukan menggelar kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Kepedulian Autisme pada Minggu (05/04/2026).

Ini bukan sekadar kegiatan, Ini adalah pesan bahwa setiap Anak, setiap Individu, berhak diterima, didukung, dan diberi kesempatan yang sama.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA ini dipusatkan di kawasan Tugu Dwikora dan Alun-Alun Kota Nunukan, serta diikuti oleh penyandang disabilitas, keluarga, pendamping, komunitas, serta masyarakat umum.

Selain sebagai bentuk kampanye kepedulian terhadap autisme, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan launching Kartu Penyandang Disabilitas Kabupaten Nunukan, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas di Daerah.

Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara sebagai penyelenggara merupakan organisasi pendamping, penggiat, dan pemerhati penyandang disabilitas yang telah ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Utara melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.1/605/2025 sebagai organisasi pendamping penyandang disabilitas.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Polres Nunukan, Dinas terkait, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), serta elemen masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M. A.P, menyampaikan bahwa peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan hak-hak penyandang autisme.

“Penyandang autisme memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan kesempatan yang setara. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli dan inklusif,” ujar Bupati dalam sambutannya yang disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan

Sementara itu, Ketua Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara, Hasanudin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat serta menghapus stigma terhadap penyandang autisme.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa anak-anak dengan autisme memiliki potensi yang besar. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, penerimaan, dan kesempatan untuk berkembang,” ungkapnya.

Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, S., dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah Masyarakat.

“Melalui momentum ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan sebagai daerah yang inklusif, ramah disabilitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi ladang pengabdian bagi kita semua,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Kapolres Nunukan secara resmi membuka kegiatan jalan santai dan kampanye tersebut.

“Sebelum saya menutup sambutan ini, maka secara resmi kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Disabilitas ini saya nyatakan dimulai,” tutupnya.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai mengelilingi kawasan Alun-Alun Kota Nunukan. Para peserta tampak berjalan dengan penuh semangat dan keceriaan, menciptakan suasana hangat yang sarat akan kebersamaan, kepedulian, serta semangat inklusivitas. (Man/Mul/Tus/win)

error: Content is protected !!