TARAKAN, Maqnaia — Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersiap memperluas pilihan program studi dengan menghadirkan Program Studi (Prodi) Kehutanan. Izin operasional untuk pembukaan prodi baru ini telah resmi diterbitkan setelah melalui proses pengajuan selama hampir satu tahun.

Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penambahan prodi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan performa dan tata kelola perguruan tinggi. Selain itu, langkah tersebut diambil sebagai respons konkret terhadap kompleksitas isu kehutanan di daerah.

“Tentu kita ingin mendukung pembangunan berkelanjutan daerah yang memang berbasis pada pengelolaan hutan tropis, mangrove, dan gambut yang di kita juga memang cukup potensial,” ujar Prof. Yahya saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2026).

Dari segi kesiapan tenaga pengajar, UBT dinilai sudah sangat siap. Saat ini terdapat sekitar enam dosen lebih yang memiliki latar belakang keilmuan kehutanan—termasuk lulusan luar negeri dari Jepang—yang sebelumnya mengampu mata kuliah di Fakultas Perikanan.

Dengan adanya prodi baru ini, para tenaga ahli tersebut akan dikumpulkan dalam satu rumpun ilmu di bawah naungan Fakultas Pertanian UBT.
Meski izin operasional telah dikantongi, UBT menjadwalkan proses penerimaan mahasiswa baru untuk Prodi Kehutanan baru akan dibuka pada tahun akademik 2027 mendatang. Pihak rektorat saat ini tengah mempersiapkan tahapan pengajuan kuota resmi sebelum nantinya diumumkan kepada masyarakat.

Kehadiran prodi ini diharapkan dapat melahirkan akademisi dan lulusan yang mampu memberikan solusi berbasis ilmiah (evidence-based) terhadap berbagai tantangan pengelolaan hutan di Kalimantan Utara.

Selain Prodi Kehutanan, UBT dalam waktu dekat juga tengah menunggu keluarnya izin pengusulan program Magister Pendidikan Dasar (S2) guna mendukung peningkatan mutu guru di wilayah perbatasan. Program Magister Ekonomi juga masuk dalam daftar pengusulan berikutnya yang dinilai telah memiliki kelengkapan berkas yang matang. (dy) ***

error: Content is protected !!