TARAKAN, Maqnaia — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas menyongsong Pemilu 2029. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, saat menyampaikan pidato sambutan sekaligus membacakan amanat dari Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar, dalam acara Pengukuhan Pengurus DPC, Orientasi Politik, dan Muskercab DPC PKB Kota Tarakan di Hotel Duta Tarakan, Senin (5/10/2026).
Dalam sambutannya, Herman menegaskan bahwa momen pengukuhan dan konsolidasi partai bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan bentuk penegasan arah politik PKB ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan dinamika global.
“Pengukuhan ini bukan sekadar acara seremonial, ini adalah penegasan arah politik PKB ke depan. Arah yang akan menentukan apakah PKB partai biasa-biasa saja atau partai luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat,” ujar Herman di hadapan para pengurus dan kader.
Herman mengingatkan agar seluruh jajaran pengurus PKB yang baru dilantik tidak hanya berorientasi pada kontestasi pemilu belaka, melainkan harus hadir secara nyata di tengah-tengah persoalan masyarakat. Menurutnya, PKB harus menerapkan ‘politik kehadiran’, yakni kerja-kerja politik yang berfokus pada pelayanan dan solusi nyata bagi rakyat.
“Kalau struktur kita lengkap tapi tidak bergerak, itu bukan organisasi, itu adalah katalog. Pengurus PKB harus dikenal bukan karena dipajang di baliho, tetapi karena kehadirannya saat rakyat membutuhkan. Pelayanan rakyat bukan kegiatan tambahan, itu adalah inti kerja politik PKB,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kader PKB dituntut untuk dapat berpikir strategis bak negarawan dan berani menawarkan solusi konkrit atas permasalahan ekonomi, keadilan sosial, hingga persatuan bangsa.
Menutup orasinya, Ketua DPW PKB Kaltara tersebut secara resmi mengarahkan seluruh mesin partai dan kader di tingkat daerah hingga akar rumput untuk bergerak dalam satu barisan.
“Mulai hari ini kita nyatakan Pemilu 2029 telah dimulai, dan seluruh kader harus terjun langsung ke rakyat. Tidak ada PKB pusat, tidak ada PKB daerah, yang ada satu PKB, satu kepemimpinan, dan satu perjuangan,” pungkas Herman yang disambut riuh yel-yel kesiapan para kader.
Acara pengukuhan dan Muskercab tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan partai politik di Kota Tarakan, pimpinan ormas Nahdlatul Ulama, pengawas dan penyelenggara pemilu (Bawaslu dan KPU), serta para kiai dan tokoh masyarakat setempat. (dy) ***

