TARAKAN, Maqnaia — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencatat nilai transaksi sementara dalam Misi Dagang antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah menembus angka Rp2,1 triliun. Angka tersebut tercatat per pukul 13.15 WITA pada kegiatan yang berlangsung di Tarakan Plaza, Selasa (08/09/2026).
Khofifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang beserta jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin dengan baik antara kedua provinsi. Menurutnya, Misi Dagang ini merupakan wujud creative financing yang diinisiasi bersama oleh Pemprov Jatim dan Kaltara dengan melibatkan langsung para pelaku usaha.
“Hingga per jam 13.15 WITA, nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,1 triliun. Komoditas dari Jawa Timur yang tinggi permintaannya antara lain olahan daging unggas dan karkas ayam. Sementara dari Kaltara, sektor perikanan dan kayu bulat sangat diminati oleh para pelaku usaha asal Jatim,” kata Khofifah.
Selain komoditas utama tersebut, Khofifah juga menyoroti potensi besar sarang burung walet asal Kaltara yang dinilai sangat prospektif untuk dikembangkan. Mengingat akses ekspor ke pasar internasional seperti Hongkong, Cina, Jepang, dan Korea yang kini semakin terbuka, pihaknya berkomitmen melakukan pendalaman untuk membantu memperluas jangkauan pasar sarang burung walet Kaltara.
Ia menegaskan, kerja sama perdagangan ini tidak hanya terbatas pada pertemuan fisik yang berlangsung saat ini, melainkan akan berlanjut ke sektor-sektor potensial lainnya.
“Prinsip kita adalah tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama. Sinergi ini kita ikhtiarkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan di kedua wilayah,” pungkas Khofifah. (dy/**)

