TARAKAN, Maqnaia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) Kembali menggelar Misi Dagang, dan Investasi bersama Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) yang berlangsung di Plaza Tarakan, Kota Tarakan, Selasa (8/9/26). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan.

Lewat kegiatan ini Pemprov Jatim ingin meningkatkan jalinan kerja sama ekonomi strategis melalui gelaran Forum Bisnis antar provinsi.

Kegiatan ini mencatatkan sejarah baru sebagai Misi Dagang ke-7 sepanjang tahun ini, sekaligus yang ke-55 selama masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutan serta laporan resminya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., mengapresiasi tinggi kepemimpinan Gubernur Khofifah yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ibu Gubernur telah dinobatkan sebagai tokoh katalisator peningkatan ekonomi antar daerah dalam ajang Detikcom Award di Jakarta. Atas kepemimpinan yang luar biasa dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, baik lokal maupun global,” ujar Dr. Iwan dalam sambutannya.

​Dr. Iwan juga melaporkan tingginya partisipasi dunia usaha serta matangnya persiapan yang dilakukan oleh tim gabungan Jatim dan Kaltara sebelum forum bisnis dimulai.

“Bahwa di dalam forum bisnis, investasi, dan misi dagang ini telah hadir 146 pelaku usaha. Sebelum acara ini, kami juga sudah melakukan lima kali business matching secara online, di mana terdapat 261 pelaku usaha yang terhubung dan berdiskusi intensif melalui grup komunikasi antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” ungkapnya.

​Misi dagang dan investasi kedua provinsi ini membuahkan komitmen transaksi yang signifikan di berbagai sektor strategis.

Berdasarkan dokumen penandatanganan komitmen transaksi tertinggi antara pelaku usaha Jawa Timur dan Kaltara, transaksi utama didominasi perdagangan sektor peternakan, hasil hutan, perikanan, serta komoditas pangan.

Produk Peternakan, kerja sama antara PT Kharim Mandiri Indonesia (Jatim) dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (Kaltara) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 1,22 Triliun per tahun (Rp 1.219.547.760.000,-).

Kayu Bulat (Hasil Hutan), kerjasama pembelian kayu bulat Gabungan Pelaku Usaha Pengolahan Hasil Hutan Jatim dari PBPH Kaltara senilai Rp 207,19 Miliar per tahun (Rp 207.189.054.400,-).

Hasil Tembakau, penjualan tembakau PT Adhitama Sejahtera Alami ke PT Kotamakmur Lestari Jaya mencapai Rp 183,83 Miliar per tahun (Rp 183.831.527.600,-).

Hasil Laut dan Perikanan dengan pembelian ikan bandeng oleh Riki Utama Mandiri mencapai Rp 109,08 Miliar per tahun, serta pembelian udang windu blacktiger oleh PT Multi Prawn Indonesia senilai Rp 100 Miliar per tahun.

Serangkan peternakan dan pertanian lainnya, kerjasama penjualan hewan ternak sapi oleh CV Laris Berkah bernilai Rp 40,32 Miliar per tahun, perlengkapan kapal senilai Rp 35 Miliar per tahun, beras dan ayam sebesar Rp 25,01 Miliar per tahun, benih hortikultura senilai Rp 14,82 Miliar per tahun, serta komoditas palm kernel expeller sebesar Rp 11,10 Miliar per tahun.

​”Pada hari ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 1 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 3 asosiasi bisnis. Kami bersama seluruh jajaran akan terus mendampingi para pelaku usaha hingga akhir pelaksanaan forum ini untuk merekapitulasi seluruh transaksi yang terjadi,” tambah Dr. Iwan.

Acara yang turut disokong jajaran instansi vertikal seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bapak Ibrahim, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jatim ini diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam menjaga rantai pasok, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Jawa Timur maupun Kaltara. (dy/**)

error: Content is protected !!