TARAKAN, Maqnaia – Hj. Wahida terpilih sebagai Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Tarakan periode 2026-2031 setelah meraih empat dari lima suara dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 IWSS Kota Tarakan, Minggu (6/9/2026).
Pemilihan ketua berlangsung dalam sidang pleno yang dipimpin Hj. Hadriana. Proses pemilihan dilakukan secara terbuka di hadapan pengurus dan anggota IWSS yang hadir.
Lima ranting IWSS dari lima kecamatan di Kota Tarakan memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut. Sebelum pemungutan suara, masing-masing ranting terlebih dahulu melakukan musyawarah internal untuk menentukan pilihan.
Dalam proses penjaringan sebelumnya terdapat lima nama yang masuk sebagai calon ketua. Namun, tiga calon menyatakan mengundurkan diri sebelum pemilihan berlangsung. Dengan demikian, pemilihan langsung diikuti dua kandidat, yakni Hj. Wahida dan Dr. Hj. Hasriani.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Hj. Wahida memperoleh dukungan dari empat ranting, sedangkan Dr. Hj. Hasriani memperoleh satu suara. Dengan perolehan tersebut, Hj. Wahida ditetapkan sebagai Ketua Terpilih IWSS Kota Tarakan periode 2026-2031.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Hj. Wahida menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, Muscab hari ini berjalan lancar. Kita melihat semuanya kompak dan sangat kompak,” ujar Hj. Wahida.
Ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan merangkul seluruh ranting IWSS yang telah terbentuk di Kota Tarakan.
Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari empat ranting yang memberikan dukungan dalam pemilihan.
“Saya sangat bersyukur karena ada empat ranting yang memberikan kepercayaan dan memilih saya. Masya Allah, saya sangat bersyukur,” katanya.
Hj. Wahida juga menegaskan komitmennya untuk membawa IWSS Kota Tarakan semakin maju. Ia menyebut IWSS sebagai rumah bersama bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang berada di perantauan, sekaligus wadah untuk menjaga nilai-nilai luhur, adat dan budaya Sulawesi Selatan.
“Insya Allah kita selalu berusaha memajukan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan yang ada di Kota Tarakan. IWSS adalah rumah kita, wadah kita bagi yang ada di perantauan di Kota Tarakan,” tuturnya.
Sebelum maju dalam pemilihan Ketua IWSS Kota Tarakan, Hj. Wahida juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari kepengurusan Ikatan Wanita Pinrang Kalimantan Utara (IWP Kaltara). Langkah tersebut diambil agar dapat lebih fokus menjalankan amanah dan memajukan IWSS Kota Tarakan.
“Dengan ikhlas saya maju di IWSS karena memang ingin fokus di sini, bagaimana IWSS bisa semakin maju ke depannya,” ujarnya.
Terkait hasil pemilihan yang mempertemukannya dengan Dr. Hj. Hasriani sebagai kandidat, Hj. Wahida menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak mengubah hubungan kekeluargaan di antara keduanya.
Ia menyebut seluruh kandidat yang maju merupakan bagian dari keluarga besar IWSS.
“Kandidat yang maju tadi adalah sesama wanita Sulawesi Selatan juga. Dalam pemilihan tentu ada yang menang dan ada yang belum menang,” katanya.
Hasil Muscab ke-5 tersebut sekaligus menjadi awal kepengurusan baru IWSS Kota Tarakan untuk periode 2026-2031, dengan Hj. Wahida sebagai ketua terpilih. (dy/**)

