TARAKAN, Maqnaia — Pemerintah Kota Tarakan berharap Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Tarakan tidak hanya menghasilkan keputusan untuk kepentingan internal organisasi, melainkan dapat memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat Tarakan.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud saat membuka Muscab ke-5 IWSS Tarakan di Hotel Duta, Minggu (06/08/2026).
Ibnu Saud menegaskan, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan besar di Tarakan, setiap kebijakan dan program kerja yang dirumuskan IWSS memiliki kontribusi signifikan terhadap dinamika sosial di daerah tersebut.
“Keputusannya ini bisa berpengaruh kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan karena IWSS ini kan kelompok besar. Harapan besar kita, kalau ini positif, resonansi positifnya akan terasa ke semua kelompok dan etnis di Tarakan,” ujarnya usai menyampaikan sambutan pada pembukaan Muscab IWSS.
Dalam proses pemilihan ketua dan kepengurusan baru periode 2026–2031, Pemkot Tarakan mengingatkan para peserta musyawarah untuk mengedepankan kompetisi yang sehat.
Beliau meminta anggota IWSS memegang teguh nilai budaya Bugis-Makassar, yakni sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan).
Ia mengimbau agar perbedaan pandangan atau dinamika politik organisasi yang terjadi di dalam forum tidak diperpanjang hingga keluar ruangan, apalagi sampai dibawa ke media sosial.
“Jangan membawa perbedaan di dalam ruangan ini ke luar, seperti ke Facebook, TikTok, atau Instagram. Supaya kohesi sosial kita semakin kuat. Keluar dari pintu ini, ya sudah berkawan lagi,” pesannya.
Selain agenda pemilihan kepengurusan, Pemkot Tarakan meminta forum Muscab fokus menyusun program kerja serta rekomendasi organisasi yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Tarakan memastikan siap menyambut baik dan berkolaborasi pada setiap program IWSS yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (dy/**)

