Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian (kiri).
TARAKAN, Maqnaia – Penumpukan sampah di sejumlah ruas jalan protokol Kota Tarakan, khususnya di sepanjang Jalan Aki Balak, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan. Kondisi sampah yang membludak dan tak kunjung diangkut selama beberapa pekan terakhir dinilai merusak pemandangan serta kenyamanan kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian menyatakan sangat menyayangkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak swasta yang memenangkan kontrak pengelolaan sampah, yakni PT Meris Jaya Abadi (MAJ), bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan harus bertanggung jawab atas permasalahan ini.
“Beberapa hari ini kami menerima informasi dari masyarakat terkait tumpukan sampah yang memenuhi Jalan Aki Balak. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil pihak PT Maris dan berkoordinasi dengan DLH. Harusnya pengawasan dari dinas terkait bisa lebih ketat,” tegas Randy.
Randy menjelaskan, selain kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan terkait jam buang sampah, pihak ketiga seharusnya sudah memiliki perencanaan serta penanganan khusus dalam mengantisipasi penumpukan. Terlebih, PT Meris telah berkomitmen dan menandatangani kontrak kerja sama untuk mengelola persampahan di Kota Tarakan.
Randy juga mengakui selain faktor minimnya fasilitas pembuangan, salah satu penyebab warga membuang sampah sembarangan karena para petugas penyapu jalan kerap menumpuk sampah dedaunan di bawah pohon trotoar. Akibatnya hal tersebut ditiru warga sekitar untuk membuang sampah.
Guna mengatasi hal itu, Komisi III DPRD mendorong adanya sosialisasi masif hingga ke tingkat RT terkait titik dan jadwal resmi pembuangan sampah.
Terkait kendala armada pengangkut sampah yang dinilai sudah berusia tua, DPRD mengaku terus berupaya menganggarkan peremajaan unit. Namun, Randy menegaskan keterbatasan armada tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Apapun keterbatasannya, pelayanan publik harus tetap berjalan maksimal. Jangan sampai sampah-sampah terus menumpuk di jalan-jalan protokol yang menjadi wajah Kota Tarakan,” pungkasnya. (dsy/**)

