Ilustrasi: Kebakaran Hutan & Lahan (Pinterest)
TARAKAN, Maqnaia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat sebanyak 21 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sepanjang bulan Agustus. Total luas lahan yang hangus terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai 52,82 hektar.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, mengungkapkan bahwa dari puluhan titik tersebut, beberapa lokasi kebakaran menjadi perhatian serius petugas. Titik kebakaran aktif tersebar di kawasan Amal, Juata Kerikil, Pasir Putih, serta area perbukitan antara Kampung 4 dan Kampung 6.
“Di kawasan Amal ada dua titik yang terdampak, termasuk lahan dekat kampus Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan perumahan dekat STIE. Penanganan di area ini membutuhkan perhatian khusus karena terdapat endapan batubara di dalam tanah seluas kurang lebih 1 hektar,” ujar Yonsep.
Ia menambahkan, kebakaran batubara di bawah permukaan tanah di lokasi Amal berpotensi memicu timbulnya rongga yang dapat menyebabkan tanah retak hingga longsor. Kondisi ini mengancam keberadaan jalan umum yang berada tepat di dekat lokasi kebakaran.
“Secara teknis, penanganan batubara yang terbakar idealnya harus dikupas terlebih dahulu lalu ditutup kembali. Namun karena lokasinya berdekatan dengan akses jalan publik, BPBD berfokus pada mitigasi pemutusan titik api terlebih dahulu, sementara kajian infrastruktur jalan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas PU dan akademisi,” jelasnya.
Selain ancaman lapisan batubara, kendala utama tim di lapangan saat ini adalah terbatasnya pasokan dan akses sumber air baku. Petugas kerap harus membuat kolam penampungan buatan di lapangan untuk mentransfer air ke mesin pompa portabel sebelum disemprotkan ke titik api.
Meski terkendala personil internal yang saat ini hanya berjumlah 18 orang, proses pemadaman di lapangan terus dioptimalkan. BPBD Tarakan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran, KPH, PDAM, serta sekitar 20 personil relawan Korlakar yang bersiaga secara bergantian. (dsy/**)

