TARAKAN,Maqnaia – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri sekaligus menutup rangkaian Kaltara Sharia Festival (KASHAFA) 2026 yang berlangsung di Halaman Masjid Islamic Center Tarakan, Minggu (26/4/2026). Festival yang digelar selama tiga hari sejak Jumat (24/04/2026) itu menjadi momentum memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara atas sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di daerah.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan KASHAFA 2026 yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara sebagai upaya memperkuat daya saing produk lokal.
“Melalui rangkaian kegiatan KASHAFA 2026, kita berharap literasi ekonomi syariah masyarakat semakin meningkat, sekaligus mengakselerasi pengembangan industri halal dan ekonomi syariah di Kalimantan Utara,” ujar Ingkong.
Menurutnya, KASHAFA merupakan wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Wagub mengungkapkan, perekonomian Kalimantan Utara hingga triwulan IV tahun 2025 tetap menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan mencapai 5,49 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut menjadi indikator ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika dan tantangan geopolitik global yang masih berlangsung.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk terus mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah, termasuk melalui penguatan halal value chain atau rantai nilai halal. Di sisi lain, literasi keuangan syariah juga akan terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan berbasis syariah,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan KASHAFA 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Bank Indonesia berharap ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah semakin berkembang, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (adv)

error: Content is protected !!