TARAKAN, Maqnaia — PT Pertamina EP menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh jalannya Panitia Khusus (Pansus) Lahan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal tersebut disampaikan oleh Humas PT Pertamina EP Tarakan, Muhammad Abrar Putra Siregar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD, Jumat (6/11).
Abrar menilai, rapat dengar pendapat ini berlangsung secara konstruktif dan mencerminkan pemikiran yang jernih dari seluruh pihak demi kemajuan ke depan. Menurutnya, keberadaan Pansus ini merupakan poin utama bagi pimpinan untuk dijalankan bersama-sama.
“Nanti di Pansus itu juga kami dengan porsi yang sangat lengkap, nanti bapak-bapak ketua RT, kemudian lurah dan lainnya,” ujar Abrar dalam RDP tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Pertamina siap memberikan dukungan penuh apabila nantinya diperlukan uji petik maupun verifikasi data di lapangan.
Dalam pemaparannya, Abrar mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.500 lebih sumur migas yang tersebar di beberapa WKP di Tarakan. Data rinci terkait sumur-sumur tersebut, termasuk data produksi, diklaim selalu diperbarui oleh pihak perusahaan dan sebagian telah tercantum dalam publikasi statistik regional.
Melalui pembentukan Pansus ini, Abrar berharap seluruh kebutuhan data maupun overview informasi yang diminta oleh masyarakat dan pihak legislatif dapat diserahkan secara langsung dan transparan, sehingga para pimpinan dewan tidak perlu lagi harus meminta data secara terpisah langsung ke kantor Pertamina.
“Nanti bisa disampaikan di dalam forum di Pansus tersebut,” pungkas Abrar. (dy) ***

