TARAKAN, Maqnaia – Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menemui massa aksi dari aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu di Gedung DPRD Tarakan. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen terkait tindak lanjut aspirasi masyarakat, termasuk pembongkaran polisi tidur.
Ketua Komisi 1 DPRD Tarakan, Adyansa, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengarkan seluruh tuntutan yang disampaikan oleh para mahasiswa. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah keberadaan polisi tidur di kawasan Ladang. Berdasarkan informasi yang diterima, fasilitas pembatas jalan tersebut akan segera dicopot.
“Alhamdulillah informasinya hari ini akan dicopot. Dan ini suatu hal yang perjuangan adik-adik yang bernilai, insyaallah bagaimana aspirasi masyarakat telah kami sampaikan langsung kepada unit atau OPD-OPD terkait di Tarakan,” ujar Adyansa, dikutip Rabu (28/10/2026).
Selain masalah fasilitas jalan, pihak DPRD Tarakan juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi koordinasi lanjutan. Ketua DPRD Tarakan disebut telah siap menjadwalkan pemanggilan pihak-pihak terkait guna membahas persoalan beasiswa mahasiswa serta permasalahan pada PDAM.
Rapat dengar pendapat (RDP) mengenai hal tersebut dijadwalkan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat setelah pihak terkait sempat berhalangan hadir.
Meski aksi unjuk rasa yang dikawal oleh unsur kepolisian tersebut berlangsung hingga pukul 19.00 WITA, Adyansa mengapresiasi jalannya demonstrasi yang berlangsung aman dan tertib.
Ia menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus membuka ruang dan mendengarkan aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat maupun mahasiswa. (dy) ***

