TANJUNG SELOR, Maqnaia – DPRD Kaltara mendorong Pemda untuk terus memperkuat sektor ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Optimalisasi potensi pertanian, perikanan dan sumber daya lokal dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir mengatakan, ketahanan pangan merupakan sektor penting yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan akan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan harus menjadi perhatian utama. Daerah harus mampu memanfaatkan potensi yang ada agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Nasir.

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, perikanan hingga kelautan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketersediaan pangan daerah.

“Kita memiliki wilayah yang luas dengan potensi yang beragam. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Nasir, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas petani dan nelayan, dukungan infrastruktur, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi.

“Petani dan nelayan harus diberikan dukungan agar mampu meningkatkan produktivitas. Jangan sampai potensi kita besar, tetapi kebutuhan pangan masih banyak bergantung dari luar daerah,” jelasnya.

Ia menilai, pengembangan sektor pangan juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Dengan produksi lokal yang kuat, maka rantai ekonomi daerah akan semakin berkembang.

“Ketika sektor pangan tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Ini yang harus kita dorong bersama,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat terus memperkuat sinergi dalam menyusun program ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kita perlu memastikan program pangan tidak hanya berjalan sesaat, tetapi menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang Kaltara,” tuturnya.

Nasir menambahkan, ketahanan pangan memiliki posisi strategis, terutama bagi Kaltara yang memiliki wilayah perbatasan dan sejumlah daerah yang membutuhkan akses distribusi lebih baik.

“Pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kemandirian pangan harus terus kita bangun agar masyarakat Kaltara mendapatkan akses pangan yang aman dan terjangkau,” pungkasnya. (win)

error: Content is protected !!