TANJUNG SELOR, Maqnaia – Perwakilan Kedutaan Besar Australia, DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) bersama Tim Pelaksana STE (Strategy Testing Exercise) melaksanakan diskusi bersama di Ruang Rapat Bupati Bulungan pada Senin (4/5). Kegiatan bertujuan memahami bagaimana kebijakan di tingkat nasional terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam pendidikan. Serta pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dapat diterjemahkan dan diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah. Diskusi turut dihadiri Ms Susan McGowan dari ISAT (Independent Strategic Advisory Team).
Selain diskusi bersama jajaran Pemkab, perwakilaan Kedutaan Besar Australia juga dijadwalkan berkunjung ke SDN 015 Tanjung Selor pada Rabu (6/5) sebagai bagian dari pelaksanaan program INOVASI (Inovasi untuk Anak Indonesia) Fase 3. Kegiatan menjadi refleksi untuk melihat apa saja yang telah berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan area yang masih perlu diperbaiki.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menyampaikan apresiasi atas kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Australia bersama tim pelaksana program INOVASI Kaltara. Disebutkan, cukup banyak kemajuan yang dicapai pembangunan bidang pendidikan di Bulungan.
Di antaranya adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan yang inklusif dan responsif gender, penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran yang adaptif, serta mulai tumbuhnya praktik-praktik baik dalam memberikan layanan pendidikan bagi seluruh anak tanpa diskriminasi.
Namun disadari masih terdapat berbagai tantangan, baik dari sisi kebijakan, implementasi di lapangan, maupun ketersediaan sumber daya.
“Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Bupati. Dilanjutkan, Pemkab berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas.
Ditegaskan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak penyandang disabilitas, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. (win)

