Wakil Ketua I DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pertengahan April 2026 lalu.

TANJUNG SELOR, Maqnaia – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pertengahan April 2026 lalu. Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengelolaan dan pengembangan komoditas kratom yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi.

Wakil Ketua I DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir, menyatakan kunker tersebut menjadi langkah strategis untuk menggali peluang pengembangan komoditas unggulan daerah. “Kami menyambut baik upaya ini sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kratom tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). “Komoditas ini bukan hanya menambah penghasilan petani, tetapi juga berpeluang meningkatkan PAD Provinsi Kalimantan Utara,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD dan Pemprov Kaltara mempelajari berbagai aspek pengelolaan kratom di Kukar, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga tata niaga dan regulasi yang mendukung pengembangannya. “Pengalaman Kukar dapat menjadi referensi penting bagi Kaltara dalam mengembangkan komoditas serupa secara berkelanjutan,” tambahnya.

Nasir menekankan pentingnya dukungan regulasi serta tata kelola yang baik agar pengembangan kratom tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memenuhi aspek legalitas dan keberlanjutan. “Pengelolaan harus dilakukan secara terarah dengan regulasi yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan kratom di Kaltara. “Kolaborasi menjadi kunci agar potensi ini bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Kaltara untuk mengembangkan kratom sebagai komoditas unggulan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah. “Kami ingin memastikan setiap potensi daerah dapat dikelola secara optimal untuk kemajuan Kaltara,” ulasnya. (rd)

error: Content is protected !!