TARAKAN, Maqnaia – Badan Mutu Perikanan Tarakan (BPPMHKP) bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Hasan Saleh, menggelar peringatan Bulan Mutu Tahun 2026 yang dipusatkan di Rumah Aspirasi Hasan Saleh, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Peraturan BPPMHKP Nomor 15 Tahun 2026 mengenai Gerakan Masyarakat Peduli Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Walikota Tarakan Khairul, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltara Rukhi Syahyahdin, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tarakan Ardiansyah, serta perwakilan dari PSDKP Tarakan, BPOM, dan kalangan akademisi.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Badan Mutu Perikanan Tarakan, Whidi Anggraeni, menyerahkan secara simbolis 455 paket ikan segar kepada masyarakat dan mitra kerja. Paket tersebut terdiri dari ikan bandeng segar serta berbagai produk olahan hasil UMKM lokal.

Fokus kegiatan ini adalah pembagian paket ikan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memahami mutu ikan yang baik dan aman dikonsumsi,” ujar Whidi Anggraeni saat diwawancarai usai acara.

Whidi menjelaskan bahwa pemilihan ikan bandeng sebagai komoditas utama dalam paket ini didasari atas statusnya sebagai produk unggulan Kota Tarakan. Selain ketersediaannya yang melimpah dan harga yang terjangkau, ikan bandeng juga memiliki nilai gizi yang sangat tinggi.

“Berdasarkan penelitian, kandungan Omega-3 pada ikan bandeng ini bahkan lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Inilah salah satu alasan kuat mengapa kami memilih bandeng untuk dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait aspek keamanan pangan, Whidi memastikan seluruh ikan yang dibagikan telah melewati uji organoleptik atau pemeriksaan fisik secara ketat. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi mata, tekstur, hingga keberadaan lendir untuk memastikan ikan dalam kondisi prima saat diterima warga.

“Karena ini ikan segar, kami fokus pada uji fisik agar siap langsung diolah oleh masyarakat. Jika nanti ada produk olahan, baru akan kami terapkan pengujian laboratorium dan mikrobiologi,” tambah Whidi.

Program Bulan Mutu ini dilaksanakan secara serentak di 24 provinsi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara yang berpusat di Kota Tarakan. Selain untuk menjamin keamanan pangan, gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia di kancah nasional maupun internasional. (*)

error: Content is protected !!