Ilustrasi: AI

Penulis: Resita

OPINI, Maqnaia – Sampah di kawasan pesisir ternyata memiliki hubungan tak terduga dengan pertumbuhan tanaman mangrove. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan Kelompok masyarakat Kampung Lestari, Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur. Material sampah yang tersangkut di area pesisir dapat membantu menahan sedimen dan mencegah bibit mangrove hanyut, sehingga meningkatkan peluang tumbuh bibit tanaman.

Temuan tersebut disampaikan Sugeng, sebagai perwakilan masyarakat Kampung Lestari, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Penulisan dan Publikasi Lingkungan bagi anggota Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kalimantan Utara, Rabu (15/04/2026).

Ia menjelaskan, temuan itu diperoleh dari kegiatan pemantauan rutin oleh kelompok selama proses rehabilitasi mangrove di lahan bekas tambak seluas 30 hektar, yang telah dilakukan sejak 2019. Dari pengamatan tersebut, area yang terdapat sampah diketahui memiliki tingkat keberhasilan hidup lebih tinggi dibandingkan dengan area tanpa sampah.

“Setelah diamati, sampah di pesisir itu ternyata bisa menahan sedimen dan membantu menahan bibit mangrove agar tidak hanyut,” ujar Sugeng.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan sampah di pesisir tetap membawa ancaman bagi lingkungan. Karena itu, pembersihan kawasan tetap dilakukan secara rutin oleh kelompok masyarakat kampung lestari.

Dari fenomena ini menunjukkan, bahwa proses rehabilitasi lingkungan tersebut menemukan pembelajaran baru, melalui pengamatan langsung di lapangan. Dalam kondisi tertentu, sampah yang tersangkut di pesisir, ternyata secara tidak langsung dapat berfungsi membantu memperlambat arus air dan menahan sedimen, sehingga bibit tanaman mampu bertahan dari pasang surut air laut. (*)

*Resita–anggota KKMD Kalimantan Utara.

Editor: Dedy Syarkani

error: Content is protected !!