SAMARINDA, Maqnaia – Memasuki musim kemarau, volume udara baku di sejumlah wilayah mulai mengalami penyusutan. Kondisi ini mendorong perlunya langkah antisipasi guna menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

sangan berpasangan berpasangan Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi volume udara baku masih relatif aman dan belum berdampak signifikan terhadap proses pengolahan air bersih.

“Alhamdulillah, saat ini kami memiliki 18 instalasi pengolahan udara (IPA) dan sejauh ini belum terdampak secara signifikan,” ujarnya saat menjadi pembicara terkait Layanan Air Bersih, baru-baru ini.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi gangguan dapat terjadi, khususnya di wilayah pelayanan yang berada di bagian hilir atau dekat muara. Pada kondisi kemarau panjang, udara laut berpotensi masuk ke Sungai Mahakam, yang dikenal dengan fenomena intrusi air laut.

“Kami berharap kondisi seperti tahun 1998 tidak berulang, di mana terjadi intrusi air laut di Sungai Mahakam. Jika kadar klorida melebihi 250 ppm, maka air tidak dapat diolah menjadi air bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika kondisi tersebut terjadi, maka akan berdampak pada kualitas air baku, terutama di wilayah ujung jaringan distribusi yang memiliki debit air yang relatif kecil. Hal ini tentu akan mengganggu operasional pengolahan udara.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Kencana akan mengoptimalkan proses pengolahan air agar tetap memenuhi standar kualitas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Namun apabila kondisi air baku tidak memungkinkan untuk diolah, maka berpotensi terjadi penurunan debit yang didistribusikan kepada pelanggan.

“Jika terjadi kendala, kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi bergilir,” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dengan menghemat penggunaan air. Pelanggan disarankan menambah kapasitas penampungan udara dan menggunakan air secara bijak sesuai kebutuhan.

“Hindari penggunaan air secara berlebihan, seperti untuk menyiram jalan atau mencuci kendaraan. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan air,” imbaunya.

Selain itu, Perumda Tirta Kencana juga telah menyiapkan armada tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak. (Prb/ty/win)

error: Content is protected !!