TARAKAN, Maqnaia – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara menunjukkan strategi jitunya dalam pemberantasan narkoba. Bukan cuma terpaku pada penindakan hukum BNNP berkomitmen melakukan pemulihan kehidupan tatanan sosial masyarakat yang terdampak aktivitas barang haram itu.
Usai menggelar operasi terpadu pemulihan kampung rawan narkotika pada Jumat, 7 November 2024, Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol. Tatar Nugroho menegaskan operasi terpadu terus dilakukan dan menjadi bagian dari program nasional War on Drugs, perang melawan narkoba.
Tujuan program ini tidak hanya menekan angka penyalahgunaan tapi juga memperbaiki kembali kehidupan sosial masyarakat di wilayah pengedaran.
Ditegaskan, program pemulihan akan terus dilaksanakan dengan pendampingan dan pemberdayaan di dua wilayah sasaran, yakni Kelurahan Selumit Pantai dan Juata Permai di Kota Tarakan.
“Operasi ini bukan hanya soal penangkapan, tapi bagaimana kita bisa memulihkan masyarakat dari ketergantungan narkotika dan stigma buruk. Setelah penindakan, kita lanjutkan dengan pendampingan dan pemberdayaan agar warga bisa hidup produktif,” ujar Brigjen Tatar dalam konferensi pers di kantor BNNP di Tarakan, Senin, 10 November 2025.
Dalam operasi gabungan itu, ditemukan barang bukti berupa 5 alat isap berupa bong, 10 bungkus plastik berisi kristal putih diduga sabu, 1 timbangan digital, dan sejumlah peralatan lain. Tim juga berhasil mengamankan 8 pengguna aktif narkoba, tujuh laki-laki dan satu perempuan.
Operasi gabungan itu melibatkan TNI, Polri, Binda Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi lain.
“Sebanyak delapan orang yang positif narkotika telah kami evakuasi untuk menjalani asesmen dan rehabilitasi di bawah pengawasan BNNP Kaltara,” sebut Tatar.
Tak sampai disitu, Brigjen Tatar menerangkan, setelah operasi ini pihaknya akan melaksanakan program lanjutan berupa pendampingan masyarakat, kegiatan ekonomi produktif, serta monitoring berkala di dua lokasi tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa kawasan ini benar-benar pulih. Karena itu, akan ada kegiatan lanjutan berupa pendampingan berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial agar warga punya alternatif hidup yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Wilayah Selumit Pantai, yang dulu dikenal sebagai “kampung narkoba”, kini mulai menunjukkan hasil transformasi positif.
Diungkapkan Tatar, setelah pihaknya melakukan intervensi selama satu tahun kawasan tersebut kini menjadi kampung tematik warna-warni yang jauh lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Selumit Pantai sudah kami ubah menjadi kampung tematik warna-warni. Ini bukti bahwa pemulihan sosial bisa dilakukan jika semua pihak bekerja sama,” tutur Brigjen Tatar.
Selain itu, BNNP Kaltara juga berencana melakukan hal serupa strategi pemulihan ini ke daerah lain di Kalimantan Utara yang memiliki tingkat kerawanan yang sama.
“Ke depan pola ini akan kita jadikan contoh. Kita ingin setiap wilayah rawan narkoba bisa berubah menjadi kawasan yang sehat, aman, dan produktif,” tegasnya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh rekan-rekan stakeholder dan masyarakat yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi seperti inilah yang membuat perang melawan narkoba bisa berhasil,” pungkasnya. (*)

