TARAKAN, Maqnaia – Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Tarakan, Muhammad Zaid Hadi, memberi dukungan atas keputusan Pemerintah Kota Tarakan terkait sistem ‘ketua bergulir’ di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan periode 2026-2031.

Hal ini disampaikan usai dirinya bersama jajaran pengurus Ansor bertemu dengan Walikota Tarakan di rumah jabatan, bertepatan dengan hari pelantikan pimpinan BAZNAS yang baru di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Rabu (1/4/2026).

Zaid Hadi menekankan bahwa BAZNAS merupakan lembaga strategis yang fungsinya harus selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, peran BAZNAS di Tarakan sangat krusial karena mencakup penanganan berbagai persoalan umat, melampaui sekadar urusan sosial.

“Kami sangat menyetujui keputusan itu, karena biar bagaimanapun ini kan harus sinkron dengan pemerintah daerah. BAZNAS ini lembaga yang sangat strategis karena hampir seluruh kemasalahan di Tarakan itu bisa dibantu oleh BAZNAS,” ujar Zaid.

Terkait dinamika pemilihan ketua, Zaid menilai strategi yang diterapkan Walikota Tarakan merupakan solusi adil untuk menjaga kondusifitas di tingkat bawah. Lima pimpinan BAZNAS yang baru dilantik merupakan representasi dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Tarakan.

Mekanisme yang disepakati adalah sistem rolling atau pergantian jabatan ketua secara berkala selama masa jabatan lima tahun. Dengan sistem ini, seluruh pimpinan yang mewakili berbagai kalangan ormas tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk memimpin lembaga.

Zaid menjelaskan bahwa penunjukan H. Syamsi Sarman sebagai Ketua BAZNAS pada tahap awal ini didasarkan pada pertimbangan pengalaman dan senioritas. Bersama Kyai Haji Anas, Syamsi dinilai sebagai sosok senior yang mampu membimbing tiga pimpinan lainnya yang baru bergabung di struktur BAZNAS.

Menanggapi polemik yang sempat muncul di awal proses pemilihan, Zaid yang mewakili unsur muda Nahdlatul Ulama (Ansor-Banser) menyebut pihaknya sudah mendapat penjelasan dari Wali Kota bahwa ada miskomunikasi internal terkait pelaksanaan pleno. Ia menyebutkan bahwa pleno pemilihan sempat berjalan mendahului arahan kepala daerah saat Walikota sedang bertugas di luar daerah.

“Memang sempat ada masukan dari tokoh-tokoh tua kita seperti Pak Kyai Zainuddin Dalila dan Pak Kyai Somad terkait prosedur pleno tersebut,” ungkapnya.

Namun, setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak pemerintah dalam hal ini Asisten 1 Pemerintah Kota, Aliyas, seluruh pimpinan BAZNAS yang baru telah bersepakat dan kembali pada satu keputusan untuk mendukung kepemimpinan yang telah ditetapkan. (Dsy).

error: Content is protected !!