TARAKAN, Maqnaia – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., resmi melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan periode 2026-2031. Dalam sambutannya, Khairul menekankan pentingnya prinsip kolektif kolegial dan melontarkan usulan inovatif terkait mekanisme kepemimpinan di tubuh lembaga zakat tersebut.
Khairul mengambil kebijakan agar jabatan Ketua BAZNAS Tarakan dilakukan secara bergilir (rolling) setiap satu tahun sekali di antara lima pimpinan yang baru dilantik. Hal ini bertujuan agar seluruh pimpinan memiliki pengalaman manajerial yang sama dan memperkuat marwah lembaga.
“Pimpinan BAZNAS ini sifatnya kolektif kolegial, posisi kelima pimpinan ini sebenarnya sama. Saya mengusulkan di periode ini jabatan ketua digilir setiap tahun, supaya dalam lima tahun semua merasakan menjadi ketua,” ujar Khairul saat memberikan sambutan.
Menurutnya, sistem rotasi ini juga menjadi sarana kaderisasi dan kepemimpinan bagi para pimpinan BAZNAS yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Hidayatullah.
Selain masalah internal organisasi, Walikota Khairul juga menyoroti capaian signifikan Kota Tarakan dalam menekan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan di Tarakan menyentuh angka 5,03 persen.
“Ini adalah angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Kota Tarakan berdiri, dan jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 8,82 persen. Saya yakin ini adalah hasil kontribusi BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya yang bersinergi dengan pemerintah,” tegasnya.
Khairul berharap pimpinan BAZNAS yang baru dapat menjaga kekompakan di tengah menjamurnya berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) lain. Ia meminta BAZNAS tetap fokus pada pengumpulan dana umat agar penyaluran bantuan kepada kaum dhuafa bisa lebih terkonsentrasi dan tidak tumpang tindih.
Pemerintah Kota Tarakan juga terus berkomitmen mendukung program-program seperti “Sekolah Rakyat” untuk warga tidak mampu di desil 1-5 dan rencana “Sekolah Integrasi” untuk desil 6-10 guna menghapuskan kemiskinan ekstrem di Tarakan.
Adapun nama-nama pimpinan Baznas Tarakan yang baru yakni, Ust Syamsi Sarman, K.H Anas, Ust Salman, K.H Abdul Samad dan Hanip Matiksan.
“Tantangan ke depan semakin berat dengan target-target dari BAZNAS Nasional. Saya berharap pengurus baru bisa solid dan amanah dalam menjalankan tugasnya demi kesejahteraan umat,” pungkas Khairul yang menutup sambutannya dengan sebuah pantun harapan. (*)

