TANJUNG SELOR, Maqnaia – Sekretaris Daerah (Sekda), H Risdianto, S.Pi, M.Si menutup Forum Perangkat Daerah penyusunan rencana kerja 2027 di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati pada Jumat (26/3).
Sekda mengungkapkan, berdasarkan situasi terkini secara nasional dan global, keuangan APBD Kabupaten Bulungan tahun depan diproyeksikan sekitar Rp2,1 triliun hingga Rp2,3 triliun.
“Kita perlu mencermati kondisi nasional. Hingga Februari, APBN mengalami defisit sekitar Rp135 triliun. Hal ini berpotensi berdampak pada kebijakan efisiensi di daerah,” ujar Sekda. Segenap perangkat daerah pun diajak melakukan efisiensi belanja. Khususnya pada:belanja operasional, perjalanan dinas, penggunaan listrik, air, dan BBM, ATK serta kegiatan seremonial.
“Fokuskan anggaran pada hal-hal prioritas seperti infrastruktur, pelayanan dasar serta program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kita harus menjaga keseimbangan APBD agar tetap sehat dan berkelanjutan,” pesannya. Berdasarkan hasil inventarisasi penyusunan renja 2027, terdapat kurang lebih 2.555 usulan masyarakat yang telah diinput dalam SIPD. Selain itu, terdapat sekitar 1.001 usulan pokok pikiran DPRD, serta 41 usulan dari kelompok rentan sebagai bagian dari komitmen pembangunan inklusif.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Bulungan telah melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Sekda menyampaikan, tidak semua usulan dapat diakomodasi karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sekda juga mendorong setiap perangkat daerah untuk menghadirkan minimal satu inovasi unggulan yang memiliki daya ungkit besar bagi pembangunan daerah. Kemudian aktif membangun komunikasi dan jejaring untuk menarik sumber pendanaan dari luar, baik dari APBN, provinsi, maupun sumber lainnya.
“Kita juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan yang merata dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman,” tandasnya. (win)

