TARAKAN, Maqnaia – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban, hingga yayasan, untuk menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadan. Hal ini ditekankan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di tengah keberagaman kota.
Kepala Badan Kesbangpol Tarakan menyatakan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk fokus menjalankan syariat dan bertafakur. Ia mengingatkan agar nilai ibadah tidak dikotori oleh perilaku yang dapat memicu persoalan sosial, seperti balap liar maupun potensi gesekan lainnya.
“Saya mengajak seluruh ormas, paguyuban, LSM, termasuk yayasan agar mendorong orang-orang di kepengurusannya untuk lebih fokus melaksanakan ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap nilai religi setiap umat beragama harus dijunjung tinggi.
Terkait keberagaman di Tarakan, Kesbangpol menilai kota ini memiliki potensi besar sebagai role model moderasi beragama di Kalimantan Utara. Kebersamaan dalam bingkai gotong royong tanpa diskriminasi, baik dari kelompok mayoritas maupun minoritas, menjadi kunci utama kedamaian kota.
“Moderasi harus dimaknai bahwa Tarakan bisa jadi role model di Kaltara karena keberagamannya. Tarakan harus jadi contoh,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret penguatan Kamtibmas, Kesbangpol terus menjalin komunikasi melalui pilar-pilar yang ada, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Selain itu, Kesbangpol berencana segera membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai upaya mencegah Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).
FKDM nantinya akan diisi oleh representasi tokoh pemuda, tokoh pers, dan tokoh agama. Kehadiran forum yang berbasis pada ketokohan ini diharapkan dapat memastikan Kota Tarakan tetap aman, damai, dan sejahtera, terutama selama menjalani bulan suci Ramadan hingga hari raya mendatang. (Dsy).

