TARAKAN, Maqnaia – Ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Provinsi Kalimantan Utara, H. Najamuddin (akrab disapa Haji Lontong) menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan murni merupakan ajang demokrasi internal yang bebas dari tunggangan politik. Pernyataan ini dikeluarkan untuk menepis opini publik mengenai adanya keterlibatan aktor politik tertentu dalam pemilihan ketua tersebut.
Sebagai pihak yang terdepan mengusung dokter Hasbi, H. Najamuddin membantah isu yang menyebutkan adanya intervensi dari pihak Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota dalam proses terpilihnya dr. M. Hasbi Hasyim. Ia menekankan bahwa dinamika yang terjadi adalah murni kontestasi antarmasyarakat Sulawesi Selatan yang memberikan dukungan secara bijak dan demokratis.
“Ini murni kontestasi, tidak ada yang menunggangi baik yang katanya orang ada dari pihaknya Pak Gubernur maupun dari pihaknya Pak Wali Kota. Saya rasa ini hanya opini saja, itu tidak benar adanya,” tegas H. Najamuddin pasca-pelaksanaan Musda.
Lebih lanjut, ia membeberkan alasan utama pilar-pilar pendukung mengusung dr. Hasbi adalah latar belakangnya yang bukan berasal dari partai politik. Hal ini dilakukan demi menjaga netralitas KKSS sebagai organisasi sosial agar tidak bisa digiring untuk kepentingan politik praktis.
“Poin pertama, dokter Hasbi adalah non-partai politik, tidak ada warna. Makanya kami ingin KKSS ini tidak bisa digiring ke partai politik manapun. Dia harus bersifat netral dan independen,” tambahnya.
Meski sempat terjadi persaingan dalam pemilihan, H. Najamuddin menjamin bahwa KKSS akan tetap solid. Ia berkomitmen untuk merangkul kembali seluruh pihak, baik tim pemenang maupun yang kalah, untuk berkolaborasi memajukan organisasi demi kontribusi bagi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara.
Dengan terpilihnya nakhoda baru yang independen, KKSS diharapkan tetap berpegang teguh pada filosofi Sipatuo Sipatokkong (saling menghidupkan dan saling menopang) serta menjunjung tinggi etika berorganisasi di tanah rantau. (Dsy).

