TARAKAN, Maqnaia – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, S.H., mendesak Dinas Pendidikan Kota Tarakan segera merampungkan dan menyerahkan data detail mengenai sekolah tingkat SD dan SMP yang hingga kini belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Simon usai memimpin rapat dengar pendapat (RDP) evaluasi di Ruang Pertemuan DPRD Kota Tarakan, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan temuan di lapangan, Simon mengungkapkan adanya celah pengawasan yang menyebabkan sejumlah sekolah, terutama sekolah swasta, tertinggal dari program nasional ini.
“Saya minta Dinas Pendidikan menyiapkan data sekolah mana saja yang sampai hari ini belum terima program MBG. Itu penekanan utama saya agar sinkronisasi data segera dilakukan dan tidak ada siswa yang tertinggal,” tegas Simon.
Selain pendataan, kendala teknis di wilayah pesisir seperti Pantai Amal dan Tanjung Pasir juga menjadi sorotan tajam. Pasalnya, hingga saat ini belum ada dapur umum yang beroperasi di lokasi tersebut. Kelangkaan tenaga ahli gizi mencuat sebagai alasan utama mandeknya operasional dapur mitra.
“Jangan sampai pengelola diam saja jika memang tidak mampu. Apakah tenaga ahli gizi di Tarakan ini memang sudah habis atau bagaimana? Anak-anak kita butuh kepastian,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II berencana memanggil pihak Korwil SPPG untuk mengklarifikasi komitmen dapur-dapur yang telah ditunjuk. Simon juga memastikan jajarannya akan segera melakukan uji petik ke lapangan, termasuk ke SMP 1 dan wilayah Sebengkok, guna memantau kesiapan infrastruktur secara langsung.
“Ini adalah program nasional yang harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah kita di Tarakan, sehingga kita harus duduk bersama mencari solusi atas setiap hambatan yang ada,” pungkas Simon Patino. (dsy).

