SAMARINDA, Maqnaia – Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Konsultasi Publik. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dua arah antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam upaya memperkuat keamanan pangan daerah.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, forum ini berperan strategis dalam mendukung swasembada pangan, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Penyediaan pangan tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan mutu agar pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan berlanjutan. Ini yang harus kita jaga bersama dengan pengawasan kuat dari stakeholder terkait,” ujar Fahmi saat membuka Forum Konsultasi Publik di Ruang Rapat Oriza Sativa DPTPH Kaltim, Senin (2/2/2026).

Ia juga berharap forum ini dapat menghasilkan masukan konstruktif dalam memberikan evaluasi program selama satu tahun berjalan. Hal ini dinilai penting sebagai dasar perbaikan program pelayanan pangan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menekankan peran Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) sebagai unit yang memiliki kewenangan memastikan sertifikasi Prima 3, penerapan keamanan pangan segar asal tumbuhan, serta izin edar produk tanaman pangan. 

DPTPH Kaltim juga mendorong penguatan laboratorium terpadu dan pemanfaatan sistem OSS agar seluruh proses sertifikasi berjalan transparan dan terintegrasi.

Forum ini diisi dengan pemaparan materi prosedur sertifikasi Prima 3 serta materi Sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Diskusi interaktif pun berlangsung dengan harapan menghasilkan saran dan masukan nyata demi peningkatan pelayanan keamanan pangan di Kalimantan Timur. (KRV/pt/win)

error: Content is protected !!