MALINAU, Maqnaia – Tiga tahun pascarelokasi warga RT 05 Desa Harapan Maju, PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) meresmikan Gedung Bank Sampah “Hijau Muda” sebagai simbol transisi menuju kehidupan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Fasilitas ini resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Harapan Maju untuk dikelola langsung oleh masyarakat, menandai penguatan peran warga dalam pengelolaan lingkungan.

Peresmian Gedung Bank Sampah “Hijau Muda” merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KHN melalui payung KHN Lestari. Program ini dijalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau dengan fokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pengurangan pencemaran sungai, serta pengembangan ekonomi sirkular melalui aktivitas daur ulang.

Fasilitas bank sampah ini tidak berdiri sendiri. Sejak 2023, KHN telah melakukan pendampingan pembentukan dan penguatan Bank Sampah Unit Desa di Desa Harapan Maju dan Desa Paking, dua wilayah yang berada paling dekat dengan proyek PLTA Mentarang Induk. Pendampingan tersebut diarahkan agar masyarakat mampu mengelola lingkungan secara mandiri seiring perubahan pola hidup pascarelokasi.

Manager Stakeholder Management KHN, Hambar Endro Prabowo, menyampaikan bahwa Bank Sampah “Hijau Muda” merupakan bagian dari proses jangka panjang pendampingan sosial perusahaan.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari proses pembelajaran dan pembiasaan. KHN berkomitmen mendampingi warga agar mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurut Hambar, keberadaan bank sampah ini juga sejalan dengan program nasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dengan dukungan teknis dan pembinaan dari DLH Malinau agar pelaksanaannya konsisten dan berkelanjutan.

Kepala DLH Kabupaten Malinau, dr. John Felix Rundupadang, M.P.H., menilai Bank Sampah “Hijau Muda” sebagai contoh konkret kolaborasi multipihak dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan dan masyarakat bisa menjadi mitra strategis dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Sejak 2024, KHN bersama DLH Malinau telah melaksanakan berbagai program lingkungan yang menjadi fondasi berdirinya bank sampah ini. Program tersebut meliputi pelatihan pembuatan ekobrik, pemilahan sampah, pembentukan dan pelatihan pengurus bank sampah, pembuatan bak kompos, hingga pembelian ekobrik dari masyarakat. Aktivitas-aktivitas tersebut kini terintegrasi dalam operasional Gedung Bank Sampah “Hijau Muda”.

Camat Mentarang, Willy Charles, SE., MH., menyatakan dukungan pemerintah kecamatan terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menilai sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan pascarelokasi.

“Kami melihat ada proses yang berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat. Ini penting untuk memastikan warga benar-benar mandiri,” ujarnya.

Peresmian ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan tiga tahun relokasi warga RT 05 Desa Harapan Maju. Selama periode tersebut, KHN secara aktif mendampingi warga dalam berbagai aspek kehidupan melalui program KHN Lestari, mulai dari sektor lingkungan, pertanian, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pada pilar Lestari Kehidupan, KHN mendorong penguatan penghidupan berkelanjutan melalui budidaya padi sawah yang kini memasuki tahun ketiga. Program ini mencerminkan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola lahan secara mandiri. Selain itu, penanaman kopi juga terus dikembangkan dengan capaian 1.500 pohon dari target 7.000 pohon.

Melalui pilar Lestari Budaya, KHN memberikan pelatihan kerajinan tangan dan membatik untuk menjaga keterampilan berbasis kearifan lokal sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi masyarakat desa.

Sementara itu, pada pilar Lestari Pendidikan, KHN memperluas akses pendidikan melalui Program Paket A, B, dan C, serta pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Warga juga dibekali pelatihan perawatan fasilitas kelistrikan untuk mendukung kemandirian permukiman baru.

Dengan beroperasinya Gedung Bank Sampah “Hijau Muda”, KHN menegaskan bahwa pendampingan warga relokasi tidak berhenti pada pemenuhan infrastruktur, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas sosial dan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan menjadi bagian integral dari pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar proyek PLTA Mentarang Induk. (ag/win)

error: Content is protected !!