TANJUNG SELOR, Maqnaia – Dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara.

Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Aula Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (21/1) oleh Kepala Dinsos Kaltara Obed Daniel LT, S.Hut., M.M., bersama Ketua BAZNAS Kaltara H. Ubid Hadruni, SH, dan disaksikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltara H. Muhammad Rosyit, S.IP., MM., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama ini dalam rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas RI.

Dalam sambutannya, Rosyit mengapresiasi Baznas Kaltara yang terus bersinergi bersama Pemprov Kaltara dalam mendukung program-program sosial khususnya pengentasan kemiskinan.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan program pemberdayaan umat agar lebih tepat sasaran,” kata Rosyit.

Rosyit menyampaikan peran Baznas selama 25 tahun terakhir telah melampaui tugas konvensional. Baznas kini menjadi mitra vital pemerintah dalam merespons cepat berbagai persoalan sosial, mulai dari kesehatan hingga kebencanaan.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung penuh penguatan peran Baznas agar zakat benar-benar menjadi pilar kesejahteraan dan kemandirian umat di Kaltara,” tegas Rosyit.

Ia mengatakan pada momentum peringatan HUT Baznas kali ini yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj 1447 H, dimaknai sebagai pengingat akan pentingnya integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Lebih lanjut, Rosyit menyebutkan salah satu contoh bentuk konkret dukungan dalam penyaluran subsidi maupun bantuan sosial kepada korban bencana melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan sosial juga sering dilakukan secara kolaboratif seperti pemulangan orang terlantar, pengontrakan tempat tinggal sementara hingga kegiatan sunatan massal.

“Agar proses penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, sesuai harapan yang memberikan zakat, maka akan melibatkan data DTSEN. DTSEN ini akan kita sajikan supaya yang paling prioritas mendapatkan saluran zakat itu kan fakir miskin, fuqara dan masakin,” jelasnya.

Sebagai bentuk transparansi dan penguatan komunikasi publik, Baznas Kaltara memberikan penghargaan kepada TVRI sebagai media pendukung utama. Kerjasama media menjadi sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai efektivitas penyaluran zakat melalui lembaga resmi negara.

Acara ini ditutup dengan tausiah agama. Diharapkan melalui sinergi antara Pemprov Kaltara, Baznas dan mitra media, program penurunan kemiskinan di Kaltara dapat berjalan lebih akseleratif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (dkisp/win)

error: Content is protected !!