TARAKAN, Maqnaia – Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara), Yansen TP, memberikan ultimatum bagi para pengambil kebijakan terkait pengelolaan lingkungan dan tata ruang di Bumi Benuanta. Hal ini diutarakan khususnya bagi para kader Demokrat yang duduk di kursi legislatif.
Hal ini disampaikan Yansen mengingat posisi strategis Kaltara yang kini menjadi sorotan dunia sebagai bagian dari jantung pertahanan iklim global.
Yansen menegaskan bahwa potensi hutan di Kalimantan Utara bukan sekadar aset daerah, melainkan isu global yang sangat luar biasa. Sebagai bagian dari Heart of Borneo, Kaltara memegang peranan kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem dunia.
“Kita menjadi isu global. Heart of Borneo itu ada di Kalimantan Utara,” ujar Yansen menekankan urgensi perlindungan hutan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Yansen secara spesifik mengingatkan rekan-rekan di lembaga legislatif (DPRD) agar tidak ceroboh dalam menetapkan kebijakan tata ruang. Ia menyoroti potensi konflik kepentingan antara pembangunan perkebunan skala besar dengan keberlanjutan lingkungan hidup.
“Jangan sampai mungkin kita pikir membangun kebun, lalu kita tidak berpikir soal bagaimana sustainable pembangunan kita,” tegasnya.
Menurutnya, lingkungan adalah modal mutlak yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.
Yansen juga mengajak semua pihak untuk berpikir jauh ke depan mengenai ketersediaan sumber daya alam (SDA). Ia mengingatkan bahwa kekayaan seperti batu bara dan hutan memiliki batas jika terus dieksploitasi tanpa kendali.
“Batu bara habis apa yang kita punya? Hutan habis apa yang kita punya?” tanya Yansen retoris.
Lebih lanjut, ia meluruskan persepsi masyarakat mengenai musibah ekologis. Bagi Yansen, kerusakan yang terjadi seringkali bukan disebabkan oleh faktor alam murni, melainkan dampak dari perilaku manusia dan kebijakan yang keliru. Ia berharap Kaltara tidak terancam oleh kebijakan-kebijakan yang mengabaikan aspek perlindungan alam.
“Mumpung kita masih ada hutan yang terjaga, ya kita jagalah. Itu yang paling utama,” pungkasnya. (*)

