TANJUNG SELOR, Maqnaia – Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) di Kabupaten Bulungan digelar pada Jumat (05/12) di Aula Rumjab Bupati Bulungan.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) bekerja sama dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat seperti FAMM Indonesia, Hangout Community, Dedur Indonesia, Inaya Kayan Indonesia, serta jaringan komunitas perempuan Bulungan.

Ketua TP PKK Bulungan, Sri Nurhandayani , S.Pd turut hadir sebagai narasumber. Bupati menyampaikan bahwa meski upaya perlindungan sudah dilakukan, kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi di berbagai daerah. Ia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Bulungan, dan menegaskan pentingnya kesetaraan peran perempuan dan laki-laki dalam pembangunan.

Bupati mengingatkan bahwa sejak 2011, Pemkab Bulungan telah memiliki Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pengarusutamaan Gender. Menurutnya, berbagai regulasi nasional—termasuk aturan 30 persen keterwakilan perempuan pada daftar calon anggota legislatif—menegaskan perlunya membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas perempuan Bulungan agar lebih berdaya secara ekonomi. “Ketika perempuan bisa produktif dan menghasilkan, itu juga bentuk perlindungan bagi dirinya dan keluarganya,” ujarnya. Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan perlindungan keluarga. Tahun ini, Bulungan dijadwalkan menerima satu unit bus layanan malam dari kementerian terkait, yang akan digunakan untuk mendukung pelayanan publik dan penanganan masalah keluarga.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, maraknya konten negatif dan hoaks dapat merusak karakter anak-anak jika tidak diawasi. Para perempuan muda dan komunitas di Bulungan diminta ikut berperan mengedukasi dan menjaga para pelajar dari dampak buruk teknologi.

Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya langkah preventif, termasuk upaya menekan angka pernikahan usia dini.

“Kita harus menjaga masa depan anak-anak kita agar mereka tumbuh dengan lebih baik,” katanya.

Acara HAKtP ini sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi dan memberdayakan perempuan di Kabupaten Bulungan, menjelang peringatan Hari Ibu pada 22 Desember mendatang. (win)

error: Content is protected !!