TARAKAN, Maqnaia – Komisi 2 DPRD Kalimantan Utara yang membidangi perekonomian dan keuangan, termasuk didalamnya sektor pertanian akan konsen terhadap pengembangan 3 komoditas strategis pertanian yakni, kakao, kopi dan kelapa ditahun 2026 mendatang.

Hal ini merupakan respon rencana strategis Kementerian Pertanian ditahun mendatang tentang rencana pengembangan 3 komoditas unggulan tersebut.

“Ditahun 2026 kami konsen terutama diketahanan pangan. Saya akan mendorong sektor pertanian di Kaltara khususnya di daerah bulungan di Nunukan, Malinau sama di Tana Tidung,” ujar Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kaltara, Komarudin saat diwawancarai, Jumat, 21 November 2025.

Menurut Komarudin, Kaltara memiliki luas wilayah dan kondisi geografis yang sangat mendukung untuk pengembangan 3 komoditi tersebut. Pertanian dinilai dapat menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan perekonomian daerah, terlebih menyambut kebijakan pusat yang konsen terkait isu pangan.

“Ada 3 komoditi (bakal diseriusi) yang kemarin pak menteri pertanian (Amran Sulaiman) sampaikan di acara PEDA yaitu tentang kakao, kelapa sama kopi. Insyaallah nanti 2026 kami akan konsen untuk pengembangan pangan di 3 komoditi itu dan termasuk cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan,” terangnya.

Menyambut rencana strategis dibidang pertanian itu, DPRD akan melakukan kajian secara komprehensif guna menentukan kebijakan apa yang akan diambil, apakah menyusun Raperda atau kebijakan lainnya.

“Nanti akan coba kita kaji terkait Raperda tapi kami perlu konsultasi dulu dengan Kementerian. Program ketahanan pangan ini kan sampai 2027 dan alokasi anggaran untuk itu cukup besar. Dan wilayah kita ini cocok untuk sektor pertanian oleh karena itu kita harus sambut dengan baik,” tuturnya.

Terkait program itu komisi 2 DPRD Kaltara akan berkolaborasi dengan dinas pertanian provinsi untuk mengajukan beberapa program yang bisa didorong dari pusat ke daerah termasuk program cetak sawah yang dinilai masih perlu dapat perhatian.

“Kaltara masih banyak membutuhkan untuk program cetak sawah. Sementara ini yang terealisasi masih belum cukup maksimal tapi kita punya peluang cukup besar untuk cetak sawah itu,” pungkasnya. (Adv/Syr).

error: Content is protected !!