TANJUNG SELOR, Maqnaia – Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menegaskan pentingnya peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing.
Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor UMKM terbukti menjadi penopang yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“UMKM memiliki daya tahan yang luar biasa. Saat sektor besar terdampak krisis, pelaku UMKM justru mampu bertahan dan menjaga perputaran ekonomi di daerah,” kata Djufrie, Rabu (12/11).
Djufrie menilai, penguatan ekosistem UMKM di Kalimantan Utara tidak bisa hanya bertumpu pada semangat pelaku usaha semata. Diperlukan inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal.
“UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada peran aktif dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan mitra swasta agar tercipta sinergi yang konkret,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, DPRD Kaltara, lanjut Djufrie, berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM.
“Kami di DPRD siap memperjuangkan regulasi dan anggaran yang mendukung kemajuan UMKM, mulai dari akses permodalan, pelatihan, hingga perluasan pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, perluasan akses pemasaran menjadi salah satu faktor penting agar produk UMKM Kaltara bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami ingin UMKM Kaltara tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga menembus pasar luar dengan kualitas dan inovasi yang unggul,” ujarnya.
Djufrie juga mengajak seluruh pemangku kepentingan agar terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Hanya dengan kolaborasi yang solid, UMKM kita bisa naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi Kaltara yang sesungguhnya,” pungkasnya. (adv/win)

