TANJUNG SELOR, Maqnaia – Lantunan sholawat menggema, berpadu dengan tabuhan rebana. Suasana penuh syahdu itu menyelimuti Pondok Pesantren Al Khairat Tanjung Selor, saat umat Muslim Bulungan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Minggu pagi.
Peringatan maulid kali ini terasa istimewa dengan hadirnya para ulama, habaib, dan tokoh agama. Di antaranya, Toko Utama Al Khairat, Al Habib Alwi bin Saggaf Muhammad Aljufri, Maulana Syekh Husein Al Bayumi Ketua Rabitah Majelis Shoalwat Nabi dari Mesir, serta para guru. Kehadiran mereka menjadi penyejuk hati jamaah yang memadati halaman pondok pesantren Al Khairat.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, hadir di tengah majelis dengan penuh rasa syukur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi momentum memperkuat ukhuwah islamiyah di Kabupaten Bulungan.
“Semoga dengan peringatan ini Allah menurunkan rahmat dan keberkahan, khususnya bagi umat Islam di Bulungan dan masyarakat Bulungan pada umumnya. Majelis ini menjadi semangat kita untuk terus menegakkan dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” ungkap Bupati.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus memberikan perhatian bagi pengembangan sumber daya manusia melalui peran penting pondok pesantren. Ia berharap generasi muda Bulungan dapat tumbuh menjadi insan berilmu dan berakhlak mulia, demi masa depan daerah yang lebih baik.
“Dengan jalan ini, kita bersama-sama menyiapkan masa depan anak-anak kita, agar kehidupan mereka kelak jauh lebih baik dari kondisi kita hari ini,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf bila masih ada program pembangunan yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Namun dengan semangat kebersamaan, ia optimistis Bulungan dapat terus melangkah maju.
“Dengan semangat tenguyun, guyub, merudung bebatun debenuanta, kita terus membangun Bulungan yang kita cintai, dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan,” tutupnya.
“Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H tak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan momentum spiritual yang menumbuhkan cinta Rasul, mempererat persaudaraan, sekaligus menguatkan tekad bersama membangun Bulungan ke arah yang lebih baik,” tuntasnya. (win)

