TARAKAN, Maqnaia — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Mohammad Haris, resmi memasuki masa purna tugas atau pensiun terhitung mulai bulan depan. Momen perpisahan tersebut diwarnai rasa haru dan apresiasi mendalam dari jajaran pegawai serta para tokoh masyarakat yang hadir di Kantor Kesbangpol Tarakan, Kamis (29/10).

Dalam sambutannya, Mohammad Haris menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Kesbangpol serta berbagai forum kemasyarakatan atas terselenggaranya acara perpisahan yang diinisiasi secara murni oleh rekan-rekan kerjanya.

Haris mengenang perjalanan kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dimulai sejak tahun 1998. Ia merupakan bagian dari angkatan pertama penerimaan CPNS pada masa peralihan status Kotamadya Tarakan.

Selama hampir 28 tahun mengabdi, ia telah mendampingi roda pemerintahan dari era kepemimpinan walikota pertama hingga walikota saat ini.

“Saya bisa kembalikan SK CPNS saya 98 dalam keadaan bersih, tanpa cacat, tanpa noda, alhamdulillah berkat doa dan dukungan Bapak Ibu semua,” ujar Haris dalam pidato perpisahannya.

Meski resmi pensiun, Haris berpesan agar masyarakat dan jajaran pemerintah terus menjaga kerukunan serta kondusivitas Kota Tarakan.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) agar senantiasa menjaga netralitas, memperkuat jaringan komunikasi hingga tingkat kelurahan, serta bekerja secara profesional demi kepentingan negara.

“Kalau Tarakan butuh, panggil saya. Saya datang bukan sebagai Kepala Badan Kesbangpol, tetapi sebagai orang tua, sebagai perintis Kotamadya yang masih cinta kota ini,” pungkasnya. (dy) ***

error: Content is protected !!