TARAKAN, Maqnaia — Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali memperluas akses pendidikan tinggi dengan resmi mengantongi izin pembukaan Program Studi (Prodi) S2 Magister Pendidikan Dasar. Kehadiran program studi baru ini disiapkan sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mengatasi kesenjangan mutu guru di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta daerah perbatasan.
Rektor UBT, Prof. Dr. H. Yahya Ahmad Zein, M.Pd., menyampaikan bahwa pembukaan prodi ini sangat mendesak demi memenuhi kebutuhan tenaga pendidik berkualifikasi tinggi di wilayah perbatasan.
Dengan adanya jenjang strata dua ini, para guru maupun lulusan S1—khususnya alumni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UBT yang setiap tahunnya meluluskan ratusan sarjana—memiliki kesempatan untuk melanjutkan pengembangan karier dan kompetensi mereka.
“Ini akan bisa memberikan kesempatan kembali untuk pengembangan SDM mereka. Sehingga dengan S2, kualitas pendidikan dasar kita, apalagi di perbatasan, bisa jauh lebih baik,” ujar Prof. Yahya.
Selain itu, langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menghadirkan berbagai fasilitas pendidikan seperti Sekolah Garuda, Sekolah Nasional Terintegrasi, dan Sekolah Rakyat.
UBT berharap prodi S2 Magister Pendidikan Dasar ini dapat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang tangguh untuk mengelola sekolah-sekolah tersebut.
Lebih lanjut, program studi ini juga dirancang untuk memperkuat pendidikan dasar berbasis kearifan lokal yang memiliki potensi besar di Kalimantan Utara.
Melalui peningkatan kualifikasi guru ke jenjang S2, mutu proses belajar mengajar serta pengabdian kepada anak-anak sekolah di wilayah perbatasan diyakini akan semakin berkualitas di masa mendatang. (dy) ***

