MALINAU, Maqnaia— Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, menghadiri diskusi persiapan gelar wicara bertajuk “Cerita dari Perbatasan: Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi di Malinau, Kalimantan Utara” yang akan digelar pada 21 Mei 2026 di Kantor INOVASI Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kehadiran Ny. Maylenty dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memperkuat pembangunan literasi hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman desa.
Dalam diskusi itu, Ny. Maylenty menegaskan bahwa perannya sebagai Bunda Literasi tidak hanya sebatas simbol, tetapi juga menghadirkan dampak nyata melalui berbagai kebijakan dan program penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Malinau.
Pihak INOVASI menilai upaya penguatan literasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malinau merupakan praktik baik yang layak dibagikan kepada masyarakat luas.
Karena itu, pengalaman Malinau dalam membangun budaya membaca dan gerakan literasi masyarakat akan dipaparkan dalam gelar wicara tersebut sebagai inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Malinau dipilih bukan tanpa alasan. kabupaten yang berada di wilayah perbatasan Kalimantan Utara ini dinilai mampu membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan meski memiliki tantangan geografis yang cukup berat.
Sebagian besar wilayah Malinau masih didominasi hutan alam dengan akses antardesa yang tidak mudah. Namun di tengah keterbatasan tersebut, literasi justru tumbuh menjadi gerakan sosial berbasis masyarakat yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Gerakan literasi di Kabupaten Malinau kini menunjukkan perkembangan signifikan. Pada periode 2025–2026, tercatat sebanyak 96 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan total 768 pegiat literasi tersebar di berbagai desa dan kecamatan.
Melalui forum gelar wicara tersebut, pembangunan literasi yang diterapkan di Kabupaten Malinau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (sa/win)

