TARAKAN, Maqnaia — Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Pelatihan Penulisan dan Publikasi Lingkungan bagi anggota KKMD Provinsi Kalimantan Utara pada (15/04) di Hotel Royal Tarakan. Pelatihan ini digelar selama dua hari dan dibuka oleh Ketua KKMD Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., melalui anggota KKMD Kaltara, M. Najib, S.P., M.Si.
Dalam sambutannya, Najib mengatakan pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali para peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun tulisan terkait isu lingkungan yang informatif, berbasis data, serta layak dipublikasikan di berbagai platform.
“Pelatihan ini bertujuan agar para peserta memiliki pemahaman dan keterampilan dalam penulisan serta publikasi, sehingga berbagai kegiatan dan praktik baik yang telah dilakukan KKMD dapat terdokumentasi dan disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Ruang Laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara.
Para peserta diajarkan keterampilan menulis jenis tulisan straight news, feature, opini, sampai siaran pers. Tidak hanya menerima materi di ruangan, peserta juga diajak mengunjungi kawasan Mangrove Edupark Kampung Lestari yang terletak di Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, kota Tarakan.
Lewat kegiatan ini, KKMD Provinsi Kalimantan Utara bersama para mitra menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan mangrove yang berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis pengetahuan.
Sekedar informasi, kegiatan ini digawangi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau dengan dengan dukungan pendanaan dari M4CR.
Pelatihan ini diikuti oleh 32 orang yang berasal dari unsur pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), insan pers serta masyarakat pesisir pelaku rehabilitasi mangrove.
Kalimantan Utara diketahui memiliki ekosistem mangrove yang luas dan sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan pesisir. Namun demikian, dokumentasi serta publikasi praktik pengelolaan mangrove di daerah ini masih terbatas. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui penguatan kapasitas komunikasi para pemangku kepentingan. (*)
Penulis:
Wahyuni Sulistyawati
Lismawanty
Dady Purwanto
Diah Nurmaulida
M. Najib
Editor: Dedy Syarkani

