SAMARINDA, Maqnaia – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Kampung Tenun Samarinda untuk Pariwisata Berkelanjutan” yang dirangkaikan dengan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri ke-11, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk mendorong Kampung Tenun Samarinda sebagai desa wisata berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, yang diwakili Deputi Kepala Perwakilan Bayuadi Hardiyanto, menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi pariwisata yang besar. Selain kekayaan alam, daerah ini juga kaya akan warisan budaya, termasuk tenun khas Samarinda yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan dan UMKM menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong struktur perekonomian Kalimantan Timur agar semakin beragam dan tangguh.

“Penguatan desa wisata mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Bank Indonesia telah mendukung pengembangan Kampung Tenun Samarinda sejak 2014 melalui berbagai program, seperti pembinaan UMKM tenun dan produk turunannya, perbaikan galeri dan showcaseUMKM, serta dukungan terhadap atraksi wisata di kawasan tersebut.

Pada 2026, dukungan tersebut dilanjutkan melalui penguatan program UMKM subsisten, UMKM hijau, dan UMKM pariwisata guna membangun ekosistem usaha yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Komitmen ini juga diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, serta Kelurahan Tenun Samarinda.

Kerjasama tersebut mencakup penguatan pariwisata berkelanjutan, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan akses pembiayaan UMKM, serta literasi dan inklusi keuangan.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pelaksanaan BIMA ETAM Seri ke-11 sebagai bentuk sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta mitra terkait dalam meningkatkan akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi UMKM.

Program ini telah dilaksanakan secara konsisten dan bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Hingga saat ini, BIMA ETAM telah diikuti oleh 833 UMKM dan berhasil mendorong penyaluran pembiayaan produktif kepada 163 UMKM dengan total nilai mencapai Rp16,97 miliar.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan layanan terpadu, mulai dari pengecekan SLIK OJK, konsultasi pembiayaan dengan lembaga jasa keuangan, hingga pelatihan pencatatan keuangan digital dari Bank Indonesia. (Prb/ty/win)

error: Content is protected !!