TARAKAN, Maqnaia – Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Tarakan, Bambang Hartato, resmi membuka Posko Angkutan Lebaran pada Jumat (13/03/2026).

Dalam keterangannya, Bambang mengungkapkan adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan skema diskon tarif pesawat untuk mendukung kelancaran mudik tahun ini.

Bambang menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan kebijakan skema diskon tarif sebesar 17 hingga 18 persen. Hal ini dilakukan melalui skema subsidi komponen biaya, seperti PPN, yang ditanggung oleh pemerintah agar harga tiket lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Skema (diskon tarif) ini lebih tinggi dibandingkan saat angkutan Nataru kemarin, mencapai hampir 18 persen. Harapannya, dengan adanya diskon tarif ini dapat merangsang masyarakat untuk melakukan perjalanan,” ujar Bambang usai memimpin Apel Pembukaan Posko di Bandara Juwata.

Mengenai trafik penerbangan, rute tujuan Balikpapan diprediksi tetap menjadi yang terbanyak. Hal ini dikarenakan posisi Bandara Juwata sebagai hub bagi kabupaten-kabupaten di sekitar Kalimantan Utara, sekaligus menjadi spoke bagi hub Balikpapan.

Bambang memproyeksikan pada puncak arus tanggal 15 mendatang, akan ada lonjakan (onslaught) hingga empat penerbangan untuk rute Balikpapan saja. Adapun maskapai yang beroperasi di antaranya Super Air Jet (SAJ) sebanyak empat kali penerbangan, Batik Air (Jakarta), Lion Air (Surabaya), dan AirAsia (Balikpapan-Surabaya).

Terkait kesiapan infrastruktur, Bambang memastikan pelayanan tetap optimal meskipun terdapat extra flight. “Slot penerbangan sudah diatur agar tidak berdekatan. Kapasitas parkir pesawat kita masih mampu menampung tiga pesawat tipe Airbus 320 atau Boeing 800 NG secara bersamaan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Bandara Juwata juga tengah gencar menjajaki pembukaan rute internasional. Bambang mengungkapkan pihaknya terus melakukan audiensi dengan berbagai maskapai seperti AirAsia, TransNusa, hingga Lion Group.
Progres paling signifikan terlihat pada maskapai Susi Air yang kini tengah mengurus perizinan Foreign AOC untuk rute Tarakan-Tawau. Selain itu, terdapat penjajakan rute kargo menuju China melalui maskapai My Indo.

“Hambatan saat ini hanya pada masalah hitung-hitungan business to business (B-to-B). Namun kami terus berupaya agar segera ada rute internasional yang terealisasi, baik untuk penumpang maupun logistik, demi memberikan warna baru bagi konektivitas udara di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!